Respons Anggota DPRD Lebak soal Pasien Hamil asal Cikulur Diduga Ditolak RS Kartini saat Berobat

Anggota DPRD Lebak, Regen Abdul Aris menanggapi terkait Rumah Sakit (RS) Kartini yang diduga menolak pasien. 

Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
Potret Rumah Sakit (RS) Kartini Lebak 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Anggota DPRD Lebak, Regen Abdul Aris menanggapi terkait Rumah Sakit (RS) Kartini yang diduga menolak pasien saat hendak berobat.

Pasien yang diketahui tengah hamil asal Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, diduga ditolak oleh pihak RS Kartini Rangkasbitung pada Senin (1/12/2025) kemarin, sekitar pukul 19.30 WIB malam.

Regen mengaku menyayangkan terkait adanya peristiwa tersebut. 

Menurut Politisi PPP itu, seharusnya pihak rumah sakit memberikan pelayanan terlebih dahulu, sebelum pasien mengurus persoalan administrasi maupun persyaratan lainya. 

"Kalau ada yang sakit jangan melihat BPJS atau bukan BPJS, harus dilayani dulu kasih perawat dulu, itu kan persoalan nyawa," ujarnya dalam sambungan telepon, Kamis (4/12/2025). 

Baca juga: Warga Cikulur Diduga Ditolak saat Berobat di RS Kartini Lebak, Pasien dalam Kondisi Hamil

"Terlepas ruangan penuh atau kosong, layani dulu aja," sambungnya. 

Pada saat ditanya apakah Komisi III akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Regen mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu di internal. 

"Iya nanti kita akan komunikasi dengan ketua," katanya. 

Regen berharap, permasalahan yang terjadi tidak terulang kembali. 

"Jangan terulang kembali, pelayanan harus diutamakan," pungkasnya. 

Jurnalis TribunBanten.com sudah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak RS Kartini, baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namun tidak mendapatkan jawaban. 

Jurnalis TribunBanten.com juga sudah berupaya mendatangi RS Kartini untuk bertemu pihak manajemen, namun para petugas meminta untuk membuat janji terlebih dahulu. 

Baca juga: Tenda Biru di Kawasan TNGHS Jadi Markas Penambang Emas Ilegal, Kepala Balai Sering Terima Ancaman 

Sebelumnya, suami pasien Budi, mengaku kecewa dengan pelayanan RS Kartini yang tidak mengutamakan keselamatan pasien. 

Sebab, istrinya ditolak mentah-mentah oleh pihak RS Kartini dengan alasan penuh. 

"Jujur saya panik, karena harusnya mereka cek dulu kesehatannya, jangan tiba-tiba langsung menolak penuh," ujarnya saat ditemui di RS Kartini

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved