345 Proyek Pembangunan Kopdes Merah Putih di Lebak, Enam Baru Rampung 100 Persen

Sebanyak 345 pembangunan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Lebak terus dikebut, namun baru enam unit yang rampung 100 persen.

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Misbahudin
Komandan Kodim 0603/Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata - Sebanyak 345 pembangunan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Lebak terus dikebut, namun baru enam unit yang rampung 100 persen. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak, Banten, ditargetkan mencapai 345 titik pada tahun ini.

Dari 345 KDMP, ada 195 gerai telah dibangun dan enam di antaranya sudah rampung 100 persen.

Komandan Kodim 0603/Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, mengklaim progres pembangunan KDMP di wilayah Lebak telah melampaui 50 persen.

Baca juga: Ramadhan 2026 di Lebak Rawan Tawuran dan Balap Liar, Polisi Petakan Titik Rawan

"Target kita di Kabupaten Lebak sebanyak 345 titik. Sampai hari ini, lahan yang sudah kami daftarkan sekitar 263 titik yang masuk portal, dan yang sudah dibangun sejumlah 195 titik. Artinya progresnya sudah di atas 50 persen," ujarnya saat ditemui di Makodim Lebak, Rabu (18/2/2026). 

Ia mengatakan, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh target dapat terealisasi sesuai rencana. Hingga akhir Februari ini, pihaknya menargetkan tambahan sekitar 20 titik dapat selesai 100 persen.

"Sekarang masih dalam progres pembangunan 195 titik. Dari jumlah tersebut, enam titik sudah selesai 100 persen, dan telah dilakukan ground breaking," katanya. 

Ia menyebutkan, enam titik yang telah rampung tersebut berada di wilayah Rangkasbitung, Sajira Mekar, Maja Baru, dan Leuwidamar.

"Setelah dibangun, KDMP diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa, sekaligus memperluas akses layanan koperasi bagi masyarakat," katanya. 

Terkait kendala, Gede menyebut, persoalan utama adalah ketersediaan lahan di beberapa desa.

"Ada desa yang belum memiliki lahan, ada juga yang lahannya tersedia tetapi masih perlu proses birokrasi perizinan. Kami membantu menjemput bola untuk menengahi dan membantu desa menyelesaikan perizinannya," bebernya. 

Ia menambahkan, setiap pembangunan KDMP dilaksanakan setelah melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan seluruh perizinan dinyatakan lengkap.

"Ketika sudah Musdes dan perizinannya lengkap, serta diputuskan untuk dibangun, maka akan kami laksanakan pembangunannya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved