Warga Serpong Demo di Gedung DPRD Tangsel, Minta TPA Cipeucang Dibuka Tapi Tetap Dibenahi
Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Serpong (FSP) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan.
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Serpong (FSP) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan.
Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut pemerintah agar melakukan pembenahan dalam tata kelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang.
Warga menilai, penutupan total TPA justru menimbulkan persoalan baru lantaran tidak dibarengi dengan solusi pengelolaan sampah yang jelas dan terukur.
Dari pantauan TribunBanten.com, nampak sejumlah warga tiba di Kantor DPRD Tangsel pada sekitar pukul 10.30 WIB dengan berjalan kaki dan membawa satu mobil komando.
Di tengah guyuran hujan, massa aksi yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan itu membawa beberapa sampah dalam plastik.
Mereka juga membawa poster tuntutan agar pengolahan sampah untuk diseriusi, bukan sekedar ditumpuk, ditimbun, lalu mengeluarkan aroma tak sedap.
"Sampah wajib dikelola bukan ditumpuk," tulis salah satu poster tuntutan.
"Kapan serpong bebas bau," tulis spanduk tuntutan lainnya.
Usai aksi, Ketua Forum Peduli Serpong, Abdul Manap mengatakan, hal utama yang mereka tuntut dalam aksi tersebut ialah agar pemerinta dapat membuka kembali pengelolaan sampah di TPA Cipeucang.
“Kami minta dibuka. Karena walaupun bagaimana kami butuh juga tempat itu," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Kerahkan 27 Truk, Pemkot Tangsel Lakukan Pengangkutan Sampah Secara Bertahap
"Cuman kami minta lebih dibuat secara baguslah, modernisasi atau apalah. Ditata, kemudian hijau, tapi sampah itu dikelola dengan baik dan benar," tambahnya.
Ia menekankan, bahwa persoalan sampah harus dikerjakan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan masyarakat secara aktif, bukan hanya pemerintah.
“Jadi kita juga sebagai masyarakat tidak hanya menyerahkan begitu saja kepada pemerintah," katanya.
"Kami pun masyarakat itu harus dikerjakan. Artinya sampah ini harus dikerjakan dari hulu sampai hilir,” ucap Manap.
Tak hanya itu, dirinya juga menegaskan, pentingnya keterlibatan warga dalam perumusan kebijakan dan satuan tugas pengelolaan sampah.
| Kebakaran Gudang Kimia di BSD Berujung Gugatan Hukum, DPRD Tangsel Bakal Panggil Pengelola |
|
|---|
| JRP Akui Kali Ciputat Jadi Area Bintaro XChange, DPRD Tangsel Temukan Kejanggalan Data dan Izin |
|
|---|
| Inspeksi Lapangan, DPRD Tangsel Temukan Aliran Kali Ciputat Hilang di Kawasan Bintaro XChange |
|
|---|
| Demo Ricuh di Mapolda Banten Hari Ini, Simulasi Pengamanan Hari Buruh 2026 |
|
|---|
| DPRD Tangsel Temukan Indikasi Kejanggalan di Kasus Korban KDRT Jadi Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/demo-sampah.jpg)