AHY Sebut Ada Upaya Kudeta, Demokrat Banten Janji Setia dan Bakal Pasang Badan
Eko menjelaskan, saat ini seluruh kader Demokrat di Banten siap untuk memasang badan jika ada upaya penyusupan untiuk mengganti AHY di partai.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut ada upaya pelengseran terhadap dirinya yang melibatkan pejabat lingkaran Presiden Jokowi.
Melalui telepon dan pertemuan langsung, para pimpinan DPW dan DPC PD diajak dan diminta mendukung untuk mengganti AHY dari kursi ketum Demokrat.
Atas upaya kudeta itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten, Eko Susilo meyakinkan pengurus DPD, DPC dan DPAC se-Banten tetap solid mendukung kepemimpinan AHY.
Bahkan, pada Minggu kemarin, para pengurus DPC se-Banten membuat pernyataan kesetiaan pada kepemimpinan AHY.
"Kemarin para ketua DPC datang ke saya menyatakan kesetiaannya kepada Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY," ujar Eko saat dihubungi, Senin (1/2/2021).
Eko menjelaskan, saat ini seluruh kader Demokrat di Banten siap untuk memasang badan jika ada upaya penyusupan untiuk mengganti AHY di partai.
"Mereka menyatakan sikap siap pasang badan jika ada yang mau rebut kepemimpinan," sambungnya.
Eko menilai upaya kudeta terhadap AHY dikarenakan kecemburuan politik mengingat ektabilitas Partai Demokrat masih cukup tinggi di bawah kepemimpinan putra SBY tersebut.
Hal ini lawan politik berusaha ingin memecah belah internal partai.
"Sekarang ektabilitas sesuai hasil survai terus naik, bahkan sudah peringkat ketiga. Ini pasti ada kecemburuan, apalagi masyarakat saat ini banyak yang antusias agar ada presiden akan datang dari Partai Demokrat," kata dia.
Baca juga: BREAKING NEWS, AHY: Ada Gerakan Politik Ambil Alih Demokrat Libatkan Pejabat Lingkaran Jokowi
Baca juga: Mau Dikudeta Lingkaran Jokowi dari Ketum Demokrat, AHY: Untuk Kendaraan Politik Nyapres 2024
Sebelumnya, AHY mengungkapkan ada gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai secara paksa.
Hal itu didapatkannya setelah ada laporan dari pimpinan dan kader Demokrat, baik tingkat pusat maupun cabang.
"Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).
Baca juga: Ternyata Mega-Prabowo Sudah Buat Kesepakatan Usung Muhamad-Rahayu di Pilkada Tangsel
AHY menyatakan, menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang didapatkan, gerakan itu melibatkan pejabat penting
pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/sby-dan-ahy.jpg)