Tetangganya Mendadak Jadi Miliarder, Tarsimah Hanya Bisa Memandang: Makan dari Bantuan Pemerintah

Tarsimah (65) hanya bisa mendengar suara riuh dari para tetangganya yang menjual lahan untuk proyek kilang minyak.

Tayang:
Editor: Yudhi Maulana A
Kolase Tribunnews: SURYA.CO.ID/M Sudarsono dan Instagram/@ndorobeii)
Sisi Lain Desa Miliarder Sumurgeneng Tuban: Hanya Bisa Lihat Orang Senang, Saya Tidak Dapat Apa-apa.jpg 

TRIBUNBANTEN.COM Ketika para tetangganya mendadak menjadi miliarder, Tarsimah (65) hanya bisa menyaksikan mereka berdondong-bondong membeli mobil mewah.

Ratusan warga di  Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendadak menjadi miliarder setelah tananya dibeli oleh perusahan BUMN Pertamina.

Dari uang itu, warga kemudian beramai-ramai memborong mobil.

 

Namun, Tarsimah tak mendapatkan apa-apa karena ia tidak memiliki tanah di lokasi yang akan digunakan untuk kilang minyak itu.

Baca juga: Ratusan Warga Sumurgeneng Kaya Mendadak, Rata-rata Dapat Rp 8 Miliar, Beli 176 Mobil Baru

Baca juga: Warga Desa di Tuban Mendadak Jadi Miliarder dan Kompak Beli Mobil, Tapi Ada yang Belum Bisa Nyetir

"Tidak dapat apa-apa saya, ya hanya lihat orang yang jual tanah saja pada senang," katanya ditemui di rumah, Jumat (19/2/2021).

Ia mengaku, tak punya lahan untuk dijual ke perusahaan plat merah, hingga dia hanya menyaksikan keriuhan di kampungnya saat orang ramai-ramai beli mobil.

Bahkan jangankan tanah, untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja ia harus bertahan dengan bantuan dari pemerintah.

Di dinding depan rumahnya, tertempel pamflet penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Tidak punya tanah, ya hanya rumah ini. Saya dan suami sudah tidak kerja, dapat bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Di rumah itu ia tinggal bersama Parman (70) suaminya, yang kini mengalami sakit tidak bisa jalan.

Kondisi itu membuatnya harus tetap bertahan dengan segala keterbatasan.

Ia juga bercerita saat ini kedua anaknya sudah tidak tinggal serumah, melainkan telah berkeluarga. Ada yang tinggal di luar kota.

"Ya seadanya bertahan, melihat tetangga pada jual tanah ya saya tidak bisa apa-apa, tidak punya lahan untuk dijual juga," ungkap sambil bersandar di pintu masuk.

Sementara itu, pendamping Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jenu, Imron mengatakan, sebelumnya ada 288 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di Desa Sumurgeneng.

Namun, setelah diverifikasi atas viralnya kampung miliarder, ditemukan 27 KPM yang dianggap sudah mampu karena telah menjual lahan ke Pertamina.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved