Ramadan 2021
Tetap Bugar saat Puasa? Gampang, Kok? Ini Tips Mudah dari Ahli Gizi Rumah Sakit Budiasih Kota Serang
Kebutuhan tubuh akan zat gizi tidak berubah, hanya waktu makannya saja yang berbeda
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Masalah ini bisa bertambah buruk bagi orang yang memiliki penyakit maag atau gerd.
Saat melewatkan sahur, tubuh bisa mengalami peningkatan keasaman.
Tubuh akan melepaskan asam di perut untuk pencernaan ketika merasa lapar dan membutuhkan bahan bakar.
Jika asam di lambung tidak segera memproses makanan, maka akan bisa naik ke perut, kerongkongan, hingga jantung.
Melewatkan sahur juga dapat mendatangkan pusing dan migrain, karena kadar gula dan tekanan darah menjadi tidak seimbang.
Namun, saat makan sahur juga tidak boleh berlebihan karena membuat perut menjadi tidak nyaman.
Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat saat sahur dapat memicu rasa lapar berlebih pada siang hari.
4. Buka puasa dengan air mineral dan takjil yang sehat
Saat puasa, tubuh mengalami perubahan kebiasaan makanan yang juga bisa berpengaruh pada sistem pencernaan.
Oleh karena itu, mengonsumsi air putih hangat pada saat buka puasa setelah perut kosong selama 14 jam dapat bermanfaat bagi segala masalah pencernaan.
Pilihlah takjil seperti jus atau sari buah yang menyehatkan.
Sop buah dan salad buah tanpa pemanis buatan juga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk berbuka puasa.
Hindari makanan gorengan karena dapat meningkatkan kadar lemak dan kolesterol jahat, menjadi penyebab naiknya asam lambung, dan membuat gatal pada tenggorokan.
5. Jangan makan makanan tinggi lemak saat berbuka puasa
Makanan tinggi lemak, garam, dan gula tidak sehat untuk berbuka puasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan-sehat-bergizi.jpg)