Dinkes Pandeglang Didemo Warga dan Mahasiswa Gara-gara Unggahan Ibu Hamil Ditandu di Medsos

Koordinator lapangan aksi, Elien Robiqi mengatakan menilai pernyataan pihak Dinkes Pandeglang itu menciderai logika masyarakat serta pembohongan publi

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Puluhan mahasiswa dan warga Kecamatan Sindangresmi menggeruduk dan berdemo di kantor Dinkes Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Jalan Bhayangkara 3, Pandeglang, Kamis (6/5/2021). 

Kantor Sekda Kabupaten Pandeglang menjadi sasaran unjuk rasa karena sebelumnya Kabag Humas kantor tersebut menyatakan ke media bahwa Pemkab Pandeglang tidak bisa disalahkan atas kejadian meninggalnya bayi kembar Ibu Enah setelah ditandu saat hendak melahirkan karena jalan desa rusak.

Baca juga: Dua Ibu Hamil Ditandu Saat Mau Melahirkan Karena Jalan Rusak, Pemkab Pandeglang Enggan Disalahkan

Pihak Sekda Pemkab Pandeglang beralasan jalan yang dilalui oleh ibu Enah adalah milik PT Perkebunan Nusantara sehingga tidak bisa dibangun oleh pemerintah sebelum ada izin dari perusahaan.

Padahal, warga sudah mengumpulkan tanda tangan yang menyatakan jalan dari perusahaan BUMN itu bisa dibangun pemda. 

Viral foto seorang ibu hamil di Pandeglang, Banten yang ingin melahirkan terpaksa ditandu karena jalanan rusak berat
Viral foto seorang ibu hamil di Pandeglang, Banten yang ingin melahirkan terpaksa ditandu karena jalanan rusak berat (Facebook Muhtadin)

Diberitakan sebelumnya, viral kisah dua ibu hamil di Pandeglang yang ditandu sarung saat hendak melahirkan gara-gara jalan rusak.

Kedua ibu hamil itu tidak bisa dibawa dengan kendaraan apapun karena kondisi jalan berlumpur dan licin.

Enah (39) harus ditandu ke Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang saat hendak melahirkan lantaran akses jalan ke rumahnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, Sabtu (1/5/2021).
Enah (39) harus ditandu ke Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang saat hendak melahirkan lantaran akses jalan ke rumahnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, Sabtu (1/5/2021). (Dok. Istimewa/Ahmad Muhtadin)

Adalah Lina Karlina (25) dan Enah (39) , dua ibu hamil yang sama-sama tinggal di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, dan melahirkan dalam rentang waktu tidak lama.

Selain jarak jauh ke fasilitas kesehatan puskesmas, jalan yang dilalui kedua hamil itu terbilang berisiko tinggi lantaran jalan setapak yang licin.

Bahkan, Ibu Enah harus menerima kenyataan pahit. Setelah menderita dalam perjalanan menuju tempat persalinan, bayi kembar yang dilahirkannya dinyatakan meninggal dunia.

  

Artikel lain terkait ibu hamil ditandu di TribunBanten.com

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved