Dinkes Pandeglang Didemo Warga dan Mahasiswa Gara-gara Unggahan Ibu Hamil Ditandu di Medsos
Koordinator lapangan aksi, Elien Robiqi mengatakan menilai pernyataan pihak Dinkes Pandeglang itu menciderai logika masyarakat serta pembohongan publi
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Kantor Sekda Kabupaten Pandeglang menjadi sasaran unjuk rasa karena sebelumnya Kabag Humas kantor tersebut menyatakan ke media bahwa Pemkab Pandeglang tidak bisa disalahkan atas kejadian meninggalnya bayi kembar Ibu Enah setelah ditandu saat hendak melahirkan karena jalan desa rusak.
Baca juga: Dua Ibu Hamil Ditandu Saat Mau Melahirkan Karena Jalan Rusak, Pemkab Pandeglang Enggan Disalahkan
Pihak Sekda Pemkab Pandeglang beralasan jalan yang dilalui oleh ibu Enah adalah milik PT Perkebunan Nusantara sehingga tidak bisa dibangun oleh pemerintah sebelum ada izin dari perusahaan.
Padahal, warga sudah mengumpulkan tanda tangan yang menyatakan jalan dari perusahaan BUMN itu bisa dibangun pemda.
Diberitakan sebelumnya, viral kisah dua ibu hamil di Pandeglang yang ditandu sarung saat hendak melahirkan gara-gara jalan rusak.
Kedua ibu hamil itu tidak bisa dibawa dengan kendaraan apapun karena kondisi jalan berlumpur dan licin.
Adalah Lina Karlina (25) dan Enah (39) , dua ibu hamil yang sama-sama tinggal di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, dan melahirkan dalam rentang waktu tidak lama.
Selain jarak jauh ke fasilitas kesehatan puskesmas, jalan yang dilalui kedua hamil itu terbilang berisiko tinggi lantaran jalan setapak yang licin.
Bahkan, Ibu Enah harus menerima kenyataan pahit. Setelah menderita dalam perjalanan menuju tempat persalinan, bayi kembar yang dilahirkannya dinyatakan meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/mahasiswa-dan-warga-demo-di-kantor-dinkes-kesehatan-kabupaten-pandeglang.jpg)