Breaking News:

Masyarakat Suku Baduy Tetap Ingin Gelar Tradisi Ratusan Tahun Seba Baduy Mulai Besok Sampai Minggu

Dalam surat itu disampaikan, keputusan ini merupakan tindak lanjut hasil musyawarah lembaga Adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh Desa Kanekes.

Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Qodir
Tribunnews.com/Dany Permana
Warga Baduy dalam dan Baduy luar berjalan ratusan kilometer dari tempat tinggalnya di Lebak menuju Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2014). Dalam tradisi tahunan bernama "Seba Baduy" tersebut warga Baduy mengantarkan hasil bumi kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, LEBAK - Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija mengirimkan surat pemberitahuan rencana pelaksanaan Seba Baduy 2021 kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Jaro Saija atau kepala desa khusus untuk urusan administrasi pemerintahan di Desa Kanekes yang menjadi tempat tinggal suku Baduy menyampaikan, Seba Baduy akan dilaksanakan secara terbatas dan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19

Dalam surat Nomor 437/6/Des/2001/V/2021 tertanggal 17 Mei 2021 tersebut disampaikan acara Seba Baduy akan dilaksanakan pada 21 Mei 2021 sampai 23 Mei 2021.

Masyarkat Baduy akan melaksanakan tradisi Seba Baduy dengan melakukan long march dengan membawa seserahan hasil bumi dari tempat tinggal mereka ke pusat Pemerintahan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.

Pada Sebay Baduy nanti masyarakat Baduy akan melakukan long march dengan titik keberangkatan Kantor Desa Kanekes pukull 14.00 WIB menuju Pendopo Bupati Lebak dan Gedung Negara Kota Provinsi Banten, Kota Serang.

Baca juga: Hutan Sakral Baduy Dirusak Tambang Emas, Iti Octavia Jayabaya : Saya Merasa Gagal Sebagai Pemimpin

Dalam surat itu disampaikan, keputusan ini merupakan tindak lanjut hasil musyawarah lembaga Adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh Desa Kanekes.

"Maka dengan ini Pemerintah Desa Kanekes memberitahukan bahwa pelaksanaan Seba Baduy 2021 akan dilaksanakan pada Jumat sampai dengan Minggu, 21 Mei 2021 sampai 23 Mei 2021, waktu pemberangkatan pukul 14.00 WIB," demikian kutipan isi surat tersebut, sebagaimana diterima TribunBanten.com, Kamis 20/5/2021). 

Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija mengirimkan surat pemberitahuan rencana pelaksanaan Seba Baduy 2021 kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten pada Kamis (20/5/2021).
Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija mengirimkan surat pemberitahuan rencana pelaksanaan Seba Baduy 2021 kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten pada Kamis (20/5/2021). (Ist)

Sebelumnya, Jaro Saija saat dihubungi juga menyatakan hal serupa, bahwa pihaknya tetap akan melaksanakan tradisi Seba Baduy dan siap memperketat protokol kesehatan Covid-19.

Pihaknya pun tidak mempermasalahkan jika Gubernur Banten maupun Bupati Lebak tidak menemui masyarakat Baduy yang menggelar Seba Baduy nantinya.

Baca juga: Tetua Adat Masyarakat Baduy Ungkap Rahasia Tak Ada Warganya yang Terpapar Covid-19

"Bagi kami siapapun yang menerima, yang pasti biarpun tidak diterima pasti dilaksanakan. Kalau tidak dilaksanakan takut karena dari leluhur harus dilaksanakan," ujar Jaro Saijo saat dihubungi pada Selasa (18/5/2021).

Sementara itu, pihak Pemkab Lebak sendiri belum dapat memastikan bisa atau tidaknya Seba Baduy digelar pada saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan pihaknya telah menerima surat permohonan kegiatan dari pimpinan adat masyarakat Baduy.

"Sudah kami terima surat permohonannya. Dan saat ini sedang kita rapatkan dengan Pemkab Lebak apakah bisa dilakukan atau tidak," ujar Imam di kantor Disbudpar Kabupaten Lebak, Jalan RT Hardiwinangun nomor 4, Rangkasbitung, Lebak, Selasa (18/5/2021).

Warga Baduy Dalam dan Baduy Luar berjalan ratusan kilometer dari tempat tinggalnya di Lebak menuju Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2014). Dalam tradisi tahunan bernama
Warga Baduy Dalam dan Baduy Luar berjalan ratusan kilometer dari tempat tinggalnya di Lebak menuju Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2014). Dalam tradisi tahunan bernama "Seba Baduy" tersebut warga Baduy mengantarkan hasil bumi kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah. (Tribunnews.com/Dany Permana)

Imam mengatakan Pemerintah Kabupaten Lebak menutup seluruh destinasi wisata di wilayahnya mulai 16 sampai 30 Mei 2021, sebagaimana instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim, untuk mencegah penyebaran Cocid-19 di masyarakat.

Baca juga: Tradisi Ratusan Tahun Seba Baduy Terancam Tak Bisa Digelar Karena Tempat Wisata Ditutup

Gubernur Banten mengeluarkan Kebijakan itu atas pertimbangan lonjakan pengunjung dan kerumunan serta pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi selama dua hari libur Lebaran 2021. 

Tujuannya untuk mencegah potensi klaster baru Covid-19 dari kerumunan massa di tempat wisata.

Oleh karena itu, Disbudpar Kabupaten Lebak akan menginformasikan lebih lanjut perihal jadi atau tidaknya pagelaran tradisi Seba Baduy.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved