Ditunda Lagi, Kemenag Minta 9.461 Calon Jemaah Haji Banten Bersabar

Sebanyak 9.461 calon jemaah haji di Provinsi Banten gagal berangkat ke tanah suci Arab Saudi pad 2021.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sebanyak 9.461 calon jemaah haji di Provinsi Banten gagal berangkat ke tanah suci Arab Saudi pad 2021.

Hal ini karena Kementerian Agama memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji asal Indonesia karena alasanan kesehatan.

Baca juga: Hanya 11 Negara yang Boleh Masuk Arab Saudi, Nasib Calon Jemaah Haji Indonesia Diputuskan Kamis Ini

Baca juga: RI Batalkan Keberangkatan Haji 2021, BPKH Pastikan Dana Jemaah Aman

Kepala Bidang Penyelengara Haji dan Umroh, Machdum Bachtiar mengatakan pihak Kementrian Agama sudah menjelaskan alasan pembatalan pengiriman calon jemaah haji 2021

"Pertama sampai saat ini pemerintah Arab Saudi belum juga memberikan kepastian boleh atau tidaknya jemaah Indonesia melaksanakan haji," ujar Kepala Bidang Penyelengara Haji dan Umroh, Machdum Bachtiar kepada TribunBanten.com saat dihubungi, Kamis (3/6/2021).

Sampai saat ini, kata dia, pihak Arab Saudi belum menginformasikan mengenai haji kepada pemerintah Indonesia.

Mengingat waktu pelaksanaan haji yang semakin dekat, kata dia, pihaknya tidak mempunyai banyak waktu untuk melaksanakan persiapan haji.

"Misalnya bimbingan manasik haji belum, pelaksanaan pelatihan petugas belum, memberikan vaksin meningitis dan vaksin covid-19 baru 70% di Indonesia," ujarnya.

Selain itu, kata dia, sejumlah kontrak di dalam pelaksanaan ibadah haji belum dilaksanakan.

Mulai dari kontrak koper, kontrak konsumsi, kontrak akomodasi, kontrak transportasi dan beberapa persiapan lainnya.

"Jadi ada banyak tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan, sementara waktunya sudah mepet," kata dia.

Selain itu, kata dia, ibadah haji harus dipahami bangsa Indonesia khususnya bagi jemaah haji di Banten.

Pelaksanaan haji itu bukan di Tanah Abang, tetapi di Tanah Suci. Di mana tanah suci itu wilayah nya berada di Arab Saudi, tentu sebagai tuan rumah adalah pemerintah Arab Saudi.

"Sampai sekarang tuan rumah nya saja, belum membuka pintu. Bagaimana kita bisa masuk kalau pintu rumahnya saja masih ditutup, itu logika nya," ujarnya.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Batal Berangkat, MUI: Jaga Kesehatan, Tahan Diri Sampai 2022

Baca juga: RESMI Pemerintah Indonesia Tak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun 2021

Jadi kita belum bisa memasuki rumah orang kata dia, kalau rumah nya sendiri masih dikunci atau tidak dibuka.

Dengan alasan pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian kepada pemerintah Indonesia.

Kemudian yang persiapan yang harus disiapkan juga masih banyak kata dia.

"Sehingga kita tidak mempunyai banyak waktu untuk memberangkatkan ibadah haji pada tahun 2021 ini," ucapnya.

Di samping itu kata dia biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 2021 juga belum dibahas di DPR.

"Itu juga yang penting, belum dibahas terkait BPIH itu," kat dia.

Kemudian alasan lain juga lanjut dia, yaitu ibadah haji di masa pandemi ini ada banyak persoalannya

Di mana Arab Saudi hanya mengumumkan, jumlah kuota haji sedunia tahun ini sejumlah 60.000.

Adapun pembagiannya yaitu sebanyak 15.000 diperuntukan untuk calon jemaah haji yang berasal dari negara Arab Saudi dan 45.000 jemaah lainnya untuk seluruh calon jemaah haji di dunia.

Sementara kuota jemaah haji di Indonesia sendiri, berjumlah sebanyak 221.000 jemaah.

"Kuota yang tersisa saja hanya 45.000, sementara kuota jemaah haji kita 221.000 berapa kuota yang akan diberikan untuk negara kita. Kalau diberikan hanya 10.000, ini juga akan menjadi masalah," ujarnya.

Kemudian ibadah haji di masa pandemi ini, tentu berbeda dengan ibadah haji di masa normal.

Kalau ibadah haji di masa normal, ibadah haji itu pelaksanaannya selama 42 hari.

Tetapi pada masa pandemi ini kata dia, pelaksanaannya dikurangi.

Misalnya kata dia, pada saat di asrama jemaah haji akan dikarantina selama 3 hari, setelah dikarantina kemudian diberikan antigen.

"Kalau dinyatakan positif maka akan ditunda keberangkatannya sampai menunggu sehat," ujarnya.

Kemudian pada saat di Arab Saudi juga jemaah akan dikarantina lagi selama 3 hari dan diberikan antigen juga.

Kalau dinyatakan positif maka jemaah tidak akan menjalani ibadah.

"Harapan saya kepada jemaah haji di Banten, untuk sabar menerima keputusan ini. Mudah-mudahan tahun 2022 bisa berangkat melaksanakan ibadah haji di tanah suci," ujarnya.

Baca juga: Kemenag Kabupaten Serang Tunggu Informasi Resmi dari Arab Saudi Soal Pemberangkatan Jemaah Haji 2021

Baca juga: Sinovac Tidak Masuk dalam Syarat untuk Vaksin Haji, Calon Jemaah Indonesia Akan Divaksin Ulang?

Kemudian lanjut dia, pihaknya sudah siap melaksanakan persiapan-persiapan haji untuk tahun 2022.

"Kami juga akan melaksanakan sosialisasi terkait informasi ini kepada seluruh jemaah haji, supaya bisa menerima dengan keputusan ini," katanya.

Dia juga berharap seluruh jemaah haji di Banten, agar tidak merasa terpukul dengan keputusan ini.

Kemudian meminta para calon jemaah, untuk tetap bersabar.

"Karena hakekatnya pelaksanaan ibadah haji itu merupakan panggilan Allah SWT," kata dia.

Di mana Ibadah haji pada tahun ini kata dia, kita sedang mendapat penghalang berupa musibah, yang berefek bagi kesehatan dan nyawa kita.

"Jadi kita mengutamakan keselamatan jiwa kita. Maka dari itu, jemaah haji di Banten sebanyak 9.461 ini, diminta untuk kesabarannya karena harus menunda selama 2 tahun. Sekali lagi mudah-mudahan masyatakat bisa menerima keputusan ini," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved