PPKM Darurat
Ini Hasil Evaluasi PPKM Darurat, Masyarakat Diminta Turut Serta untuk Menekan Penularan Covid-19
Berbagai evaluasi dan peningkatan upaya penanganan terus dilakukan agar penurunan kasus bisa terlihat sesegera mungkin
Dia merinci saat itu kebijakan yang diambil dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta selama 4 minggu yang dilanjutkan PSBB transisi selama 13 minggu.
Baca juga: Detik-detik Petugas Satpol PP Disiram Air Panas Oleh Pemilik Warkop di Medan saat PPKM Darurat
Dilanjutkan intervensi kebijakan yang lebih ketat dengan PPKM Darurat Jawa - Bali setelah terjadinya kenaikan kasus berlangsung selama 10 Minggu.
Melihat kondisi dukungan sarananya, ada 45 ribu tempat tidur di ruang isolasi dan ICU rumah sakit rujukan Covid-19 dan 2.700 tempat tidur di RS Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.
Jumlah laboratorium yang beroperasi berjumlah 223 laboratorium dengan kapasitas pemeriksaan sekitar 70 persen dari standar WHO.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan daerah untuk memantau kapasitas tempat tidur di rumah sakit wilayah masing-masing.
Rumah sakit harus melakukan konversi tempat tidur untuk pelayanan pasien Covid-19.
Jika konversi sudah melebihi 40 persen tempat tidur, perlu segera dibuka rumah sakit atau rumah sakit lapangan khusus Covid-19.
Baca juga: SOSOK Biker Viral Bagi-bagi Uang PPKM Jutaan Rupiah di Jalan Kota Bandung
Penambahan tempat isolasi terpusat juga perlu menjadi fokus utama untuk menurunkan beban rumah sakit.
Dengan skenario apabila peningkatan kasus mencapai 30 persen, perlu penambahan sekitar 9.000 tempat tidur isolasi dan 6.000 tempat tidur ICU.
Penambahan tenaga kesehatan juga menjadi fokus perbaikan penanganan yang dilakukan pemerintah.
Kebutuhan ini akan diisi mahasiswa tingkat akhir dan perawat yang belum melewati ujian kompetensi (UKom).
Ditujukan untuk membantu penanganan Covid-19 dengan supervisi dari perawat senior.
Penambahan dokter akan diambil dari yang telah menyelesaikan masa studi internship.
Peningkatan ketersediaan sumber daya penunjang seperti oksigen dan obat-obatan juga akan dilakukan seluruh unsur kementerian/lembaga dan TNI/Polri dalam pengadaan dan distribusinya mengacu estimasi kebutuhan per provinsi.
"Tentunya intervensi yang dilakukan ini akan sulit terlihat dampaknya dalam penurunan kasus apabila masyarakat tidak turut serta untuk menekan penularan," ujar Wiku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/juru-bicara-satgas-penanganan-covid-19-prof-wiku-adisasmito.jpg)