Breaking News:

PPKM Darurat

Mahasiswa dan Warga Demo Tolak Perpanjangan PPKM Darurat di Lebak

Jika tidak dapat terselesaikan, demonstran berjanji akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah massa lebih banyak.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Puluhan mahasiswa dan warga menggelar unjuk rasa menolak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di depan kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Jalan Abdi Negara nomor 3, Rangkasbitung, Lebak, Senin (19/7/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Puluhan mahasiswa dan warga menggelar unjuk rasa menolak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di depan kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Jalan Abdi Negara nomor 3, Rangkasbitung, Lebak, Senin (19/7/2021).

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Social Justice melakukan aksi demonstrasi pada pukul 13.00 WIB.

Mereka menolak perpanjangan PPKM Darurat lantaran dinilai menyengsarakan masyarakat Kabupaten Lebak.

Mereka juga menilai kebijakan Instruksi Bupati Lebak Nomor 9 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat justru merugikan para pedagang kecil.

Seorang orator, Rafli Maulana mengatakan PPKM Darurat di Lebak secara tidak langsung membungkam kebebasan masyarakat.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, PPKM Darurat Diperpanjang atau Tidak Setelah 20 Juli?

Baca juga: Langgar PPKM, Pemilik Warkop Kaget Ditahan di Lapas Bareng Napi: Tak Ada Uang Bayar Denda Rp 5 Juta

"Kita bisa saksikan saat ini banyak masyarakat yang menderita, pedagang ditutup, pasar juga dibatasi tanpa adanya bantuan dari pemerintah kepada para masyarakat yang terdampak," ujarnya.

Sejumlah poster berisi aspirasi penolakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pengunjuk rasa di depan kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Jalan Abdi Negara nomor 3, Rangkasbitung, Lebak, Senin (19/7/2021).
Sejumlah poster berisi aspirasi penolakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pengunjuk rasa di depan kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Jalan Abdi Negara nomor 3, Rangkasbitung, Lebak, Senin (19/7/2021). (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Dalam orasi dan poster yang dibawa, demonstran juga mendesak Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk tidak menutup mata dan membiarkan banyak warganya kesulitan akibat adanya pembatasan mobilitas warga dan jam operasional.

Selain itu, mereka juga mengritisi transparansi anggaran bantuan sosial dari Pemkab Lebak dan pemerintah pusat kepada warga terdampak PPKM Darurat yang justru belum dirasakan para pedagang dan usaha mikro.

Baca juga: Bikin Geram, Viral Video 28 Anggota Satpol PP Pesta Miras di Kantor saat Pandemi, Langsung Masuk Sel

Padahal, Pemkab Lebak telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 116,7 Miliyar untuk penanganan Covid-19.

"Jadi, tolong Bupati Lebak jangan tutup mata dan lihat banyak masyarakat kelaparan akibat disuruh di rumah aja," tegasnya.

Demonstran mengultimatum Pemerintah Kabupaten Lebak untuk segera menyelesaikan permasalahan transparansi anggaran bantuan sosial kepada warga terdampak PPKM Darurat dalam waktu satu minggu.

Jika tidak dapat terselesaikan, demonstran berjanji akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah massa lebih banyak.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved