Breaking News:

Wajib Vaksin! Pedagang, Angkot, dan Ojek di Lebak Dilarang Beroperasi Jika Belum Divaksin

Pemerintah Kabupaten Lebak mewajibkan para sopir angkot, ojek online dan pedagang di Kabupaten Lebak menjalani vaksinasi Covid-19.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
(SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)
Driver ojek online 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak mewajibkan para sopir angkot, ojek online dan pedagang di Kabupaten Lebak menjalani vaksinasi Covid-19.

Nantinya jika mereka tidak divaksinasi, maka izin beroperasi dan berdagang akan dihentikan secara paksa oleh petugas.

Hal tersebut dilakukan setelah Pemkab Lebak mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) Darurat di Lebak.

"Oh iya harus dong. sopir, pedagang ojek itu wajib vaksinasi. Mereka berinteraksi terus dengan banyak orang," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Budi Santoso, saat dihubungi, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Sebuah Pohon Tumbang di Jalan Raya Pandeglang-Lebak, Seorang Pengendara Motor Terluka

Baca juga: Stok Obat dan Oksigen untuk 722 Warga yang Lakukan Isolasi Mandiri di Lebak Dipastikan Aman

Menurut dia, para ojek online, sopir angkot dan pedagang merupakan bagian dari pelayan publik yang setiap hari berinteraksi dengan orang banyak sehingga potensi penularan Covid-19 jauh lebih besar.

Pihaknya akan mulai mewajibkan mensertakan surat vaksinasi kepada para pelayan publik tersebut saat hendak melintasi jalan raya Kabupaten Lebak.

Jika mereka tidak dapat menunjukkan surat keterangan sudah divaksin, maka pihaknya akan menindak berupa pelarangan beroperasi.

"Pemerintah tidak hanya melarang dan membatasi mereka tetapi ada solusilah kita bantu kasih sembako, meringankan beban mereka. Termasuk dari TNI dan Polri, barusan juga melepas bantuan sembako untuk warga di pelosok desa," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa dan Warga Demo Tolak Perpanjangan PPKM Darurat di Lebak

Baca juga: YBM PLN UID Banten Berikan Pelatihan Pengelolaan Sarana Air Bersih kepada Warga Pasindangan Lebak

Selama PPKM Darurat ini mobilitas dan aktivitas masyarakat sudah mulai berkurang sebanyak 20 persen.

Hal itu, kata dia, dilihat dari google traffic, facebook mobility dan indeks cahaya malam, yang ke luar berkurang.

"Perlu kita perketat lagi, kalau aktivitas ke luar itu kita masih kurang masih tinggi mobilitas di dalam. Masih banyak, misal di Rangkasbitung, kita dibatasi sampai jam 20.00 WIB, bagaimana menjaga itu kalau gak penting mah jangan ke luar lah," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved