Breaking News:

Virus Corona di Banten

Pemkot Tangerang Terima 47 Aduan Soal Pungli, Begini Prosedur Penanganan Perkara hingga Proses Hukum

Sebanyak 47 aduan sudah diterima posko pengaduan soal pungutan liar (pungli) bantuan sosial (bansos) di Kota Tangerang.

Editor: Glery Lazuardi
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meresmikan gedung Polsek Pinang, Kota Tangerang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 47 aduan sudah diterima posko pengaduan soal pungutan liar (pungli) bantuan sosial (bansos) di Kota Tangerang.

Aduan itu disampaikan melalui hotline nomor telepon yang sudah selama hampir satu minggu dioperasikan oleh Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

"Kemarin ada 47 (aduan), sekarang mungkin bertambah," kata Arief saat dihubungi TribunJakarta.com (group TribunBanten.com), pada Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Kasus Pungli Bansos di Tangerang, Kadinsos Tak Penuhi Panggilan Kejari karena Alasan Ini

Baca juga: Fakta Baru Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Dapat Bukti Mengejutkan Usai Periksa Penerima Bantuan

Semua aduan di hotline tersebut juga langsung tersambung oleh pihak inspektorat, Polres Metro Tangerang Kota, dan Kejari Kota Tangerang.

Sehingga, nantinya pihak-pihak penegak hukum langsung bisa melakukan investigasi terhadap aduan yang masuk.

"Apa yang kita terima mereka bisa langsung akses, mulai dari inspektorat Kota Tangerang juga sudah koordinasi dengan Kapolres kaitan saber pungli," papar Arief.

Dirinya pun meminta semua jajaran untuk bertindak tegas dalam mengawal kasus yang sangat merugikan rakyat kecil tersebut.

Sebab, Pemerintah Kota Tangerang sama sekali tidak memberikan ruang terhadap oknum yang tega memotong hak warga yang membutuhkan.

"Pokoknya kita akan terus investigasi, kita teruskan aparat penegak hukum, treatmentnya siapa yang memotong bansos mengambil kesempatan kesempitan masyarakat yang membutuhkan kita akan tindak," tegas Arief.

Dirinya juga memastikan, identitas masyarakat yang mengadu sudah pasti akan dirahasiakan bila menghubungi hotline tersebut.

"Bagi warga Kota Tangerang yang bansosnya dipotong oleh oknum-oknum, kami minta laporkan ke nomor. Kami sampaikan dan namanya akan dirahasiakan dan mereka akan tetap dapat jaminan untuk dapatkan bantuan," jelas Arief.

Baca juga: Wajah Ketakutan lalu Tarik Ucapan, Penerima Buat Pengakuan Berbeda Soal Pungli Bansos di Tangerang

Baca juga: Helldy Agustian Minta Warganya Lapor Jika Ada Pungli Bansos di Cilegon, Pelaku Bakal Dipecat

Sebagai informasi, nomor pengaduan bansos dapat dihubungi di 08111500293.

Namun, nomor tersebut tidak menerima sambungan telepon dalam bentuk apapun, hanya aduan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

Nomor pun tidak bisa digunakan sebagai media pendaftaran bantuan sosial hanya untuk aduan bansos seperti pungli, tidak tepat sasaran dan lainnya.

"Sebagai tindak lanjut Kapolres, Kajari dan saya berikan jaminan ke masyarakat bahwa proses bansos berjalan tetap dengan tertib dan lancar sesuai aturan perundang-undangan," ujar Arief.

Sementara, Polres Metro Tangerang Kota akhirnya memanggil dua pendamping penerima program keluarga harapan (PKH) untuk diperiksa.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, pemanggilan saksi pendamping PKH dilakukan pada Senin (2/8/2021).

Menurutnya, pendamping PKH tersebut merupakan pendamping dari lima penerima bansos yang sudah diperiksa terlebih dahulu.

"Jadi Tim Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota sudah memanggil dua saksi baru. Salah satunya itu pendamping (PKH)," kata Rachim saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Mensos Risma Marah-marah Usai Temukan Pungli Bansos, Begini Sikap Wali Kota Tangerang

Baca juga: Oknum Diduga Lakukan Pungli Bansos Tunai di Petukangan Utara, Ketua RT: Seikhlasnya Warga

Kendati demikian, Rachim belum bisa membeberkan hasil dari pemeriksaan yang sudah berjalan sekira satu pekan.

Dia juga tidak bisa membeberkan identitas dari pendamping PHK itu.

"Tapi kalau ada perkembangan nanti kami kasih tahu ya," pungkas Rachim.

Untuk diketahui, posko pengaduan itu dibuka setelah ada temuan dugaan pungli bantuan sosial di Kota Tangerang.

Hal ini diungkap oleh
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat blusukan ke Kecamatan Karang Tengah pada Rabu pekan lalu.

Maksud kedatangan untuk memantau secara langsung proses distribusi bansos dari Kementerian Sosial yang ternyata terbukti ada praktik pungli di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Atas kejadian itu, Pemerintah Kota Tangerang pun bak kebakaran jenggot karena langsung membuka hotline aduan pungli.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Belum Sepekan, Aduan Pungli Bansos di Kota Tangerang Terus Bertambah Jadi 47 Orang

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved