Breaking News:

Warga Gotong-royong Bangun Jembatan Muhara Akses ke Negeri di Atas Awan yang Roboh

Perbaikan jembatan yang menjadi akses ke objek wisata Negeri di Atas Awan ini telah dimulai dilakukan sejak Selasa (10/8/2021) sore.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Warga secara swadaya mulai membangun kembali jembatan Muhara di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten yang sempat terputus akibat luapan air Sungan Ciberang pasca-hujan lebat. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga secara swadaya mulai membangun kembali Jembatan Muhara di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten yang sempat terputus akibat luapan air Sungan Ciberang pasca-hujan lebat, Senin malam.

Perbaikan jembatan yang menjadi akses ke objek wisata Negeri di Atas Awan ini telah dimulai dilakukan sejak Selasa (10/8/2021) sore.

Kepala Desa Ciladaeun, Yayat Dimyati mengatakan perbaikan jembatan dilakukan warga sekitar secara bergotong-royong dan menggunakan alat berat.

"Warga sudah sejak kemarin memperbaiki jembatan, dan dilanjut pagi tadi juga," ujarnya saat dihubungi, Rabu (11/8/2021).

Yayat mengatakan warga dana untuk pembeli material jembatan berasal dari patungan warga.

Diperkirakan proses pembangunan jembatan tersebut akan selesai dan dapat dilalui oleh masyarakat dalam satu minggu ke depan.

Baca juga: Roboh Akibat Diterjang Banjir, Gubernur Banten Instruksikan Dinas PUPR Bangun Jembatan Muhara

Baca juga: Sebanyak 1.239 Rumah di Lebak Terendam Banjir Pasca-Hujan Lebat dan 23 Desa Kena Rob

"Alhamdulillah kita juga mendapatkan bantuan dari jasa konstruksi, dan mungkin dalam waktu satu minggu baru dapat dilalui kendaraan," jelasnya.

Robohnya jembatan Muhara bukan kali pertama terjadi.

Jembatan ini sudah rusak sejak bencana banjir bandang-longsor di Kabupaten Lebak pada 2020 lalu.

Warga sempat memperbaiki jembatan itu seadanya sehingga hanya dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

Namun, hujan lebat pada Senin malam mengakibatkan jembatan tersebut kembali roboh dan terputus.

Baca juga: Penampakan Warga Terobos Jalan Penghubung Desa Pasir Eurih-Cisangu Lebak yang Terendam Banjir

Sementara itu, Kapolsek Lebak Gedong Iptu Yayat S mengimbau warga untuk menjauhi daerah pesisir Sungai Ciberang untuk menghindari hal-hal yang tidak menginginkan.

Sebab, masih ada potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

"Saat ini kondisi sungai Ciberang memang sudah mulai surut. Namun, tetap kami mengimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengihindari aktivitas di hulu sungai," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved