Breaking News:

News

Dapati Ada Guru Honorer yang Hanya Dibayar Rp 100 Ribu, Menteri Nadiem Makarim : Sakit Hati Saya

Nadiem Makarim merasa miris menemukan para guru honorer, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Warta Kota/henry lopulalan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim merasa miris menemukan para guru-honorer' title=' guru honorer'> guru honorer, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melansir Tribun Lombok, hal itu karena guru-guru honor yang dia temui memohon kepadanya sambil menangis, Kamis (7/10/2021).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat kerja tersebut membahas sistem zonasi dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, serta persiapan pelaksanaan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020. (Warta Kota/henry lopulalan)

Seperti Asmawarni Yanti (45), guru honor di TK Negeri Pembina Pedesaan, Jonggat.

Dia memeluk sang menteri sembari meminta tolong supaya kesejahteraan guru honorer TK negeri diperhatikan.

Baca juga: Kisah Guru Honorer Tangerang: Mengabdi 14 Tahun Hanya Digaji Rp 300 Ribu, Tidur di Sekolah

Terkait hal itu, Nadiem Makarim menuturkan, saat berkunjung ke TK Negeri Pembina Pedesaan, dia sedang duduk di sebelah murid umur 4 tahun.

Lalu gurunya, Asmawarni Yanti mulai membawakan pelajaran di kelas.

”Tetapi tiba-tiba dia terbawa emosi dan langsung menangis,” tutur Nadiem, pada wartawan, usai kunjungan di SDN Dasan Baru, Lombok Tengah, Kamis (7/10/2021).

Pada saat Asmawarni Yanti menangis, guru-guru di sebelahnya juga menangis.

Baca juga: Tak Puas Jawaban Wali Kota, Puluhan Guru Honorer Mengadu ke Ketua DPRD Cilegon soal Tuntutan TKK

Sampai anak kecil murid TK juga menangis pada momen tersebut.

”Jadi itu satu episode yang cukup menyedihkan, emosional,” tuturnya.

Guru yang honor di TK negeri menyampaikan kondisi mereka.

Nadiem mengaku sangat terkejut, para guru tersebut rupanya hanya mendapat gaji Rp 100 ribu sebulan.

Bahkan kadang-kadang pencairannya tidak rutin setiap bulan.

”Itu menyakitkan hati saya sekali, kok bisa ya itu sampai terjadi. Kadang-kadang pembayarannya juga tidak (teratur),” ujar Nadiem, sembari menunduk.

Baca juga: Cek Daftar Nama Pekerja Penerima BSU Rp 1 Juta, Pegawai BUMN dan Honorer Termasuk, Ini Syaratnya

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved