Jembatan Muhara Kembali Runtuh Akibat Sungai Ciberang Meluap

Jembatan Muhara di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten kembali putus pada Minggu (17/10/2021) sore.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Jembatan Muhara di Kabupaten Lebak 

Dikatakan, persoalan longsor dan banjir di wilayah tersebut tidak akan berhenti selama aktivitas penambangan emas ilegal yang berakibat rusaknya hutan masih berlangsung.

Hal itu menunjukkan parahnya hutan-hutan di Taman Nasional Gunung Halimun – Salak (TNGHS).

Baca juga: Jembatan Muhara di Lebak Kembali Runtuh, Akses ke Negeri di Atas Awan tak Bisa Dilalui Kendaraan

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengungkapkan, untuk Pembangunan Jembatan Permanen Sungai Ciberang, Dinas PUPR Provinsi Banten sudah melakukan kontrak dengan PT Jaya Konstruksi.

Pihak PT Jaya Konstruksi berkomitmen untuk secepatnya melakukan pembangunan Jembatan Ciberang.

Direncanakan, Jembatan Ciberang di Kampung Muhara memiliki panjang bentang jembatan 80 meter dan lebar 10 meter dengan tipe struktur Baja Lengkung A80.

Saat ini, Dinas PUPR Provinsi Banten berkoordinasi dengan masyarakat sedang melakukan perbaikan agar lalu lintas masyarakat dapat segera berjalan lancar.

Sebelumnya, Jembatan Muhara di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten terputus.

Jembatan Muhara itu merupakan akses dari Rangkasbitung menuju ke Tempat Wisata Negeri di Atas Awan di Cikorek.

Jembatan Muhara itu putus disinyalir karena hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Lebak sejak Senin (9/8/2021) pukul 17.00 WIB sampai Selasa dini hari.

Kepala BPBD Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan jembatan itu putus akibat tak dapat menampung air luapan Sungai Ciberang.

Menurut dia, putusnya Jembatan Muhara itu bukan yang pertama. Sebelumnya, kata dia, Jembatan Muhara pernah putus akibat hujan lebat yang terjadi di daerah tersebut.

"Tinggi air sungai, kalau hujan besar air tinggi pasti limpas. Dan robohnya jembatan tersebut bukan pertama ini terjadi melainkan sering kali terjadi," kata dia, saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Ibu Muda Habis Melahirkan Ini Terpaksa Sebrangi Sungai Pakai Eskavator Akibat Jembatan Muhara Putus

Jembatan Muhara itu dibangun secara swadaya masyarakat.

Akibat jembatan putus, kata dia, para pengendara yang hendak ke Citorek tak dapat melintas oleh kendaraan apapun.

"Tidak bisa dilalui sekarang. Warga harus memutar arah ke Bayah yang lebih jauh. Tetapi untuk roda dua dapat menggunakan jembatan gantung yang kemarin baru saja diresmikan," tegasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved