Breaking News:

Tangerang Selatan

KPK Dalami Modus Pengadaan Tanah di SMKN 7 Tangerang Selatan, Ada 6 Saksi yang Diperiksa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan.

Tribunnews/Herudin
Gedung KPK di Jalan Kuningan Persada K-4, Kuningan, Jakarta Selatan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan.

Melansir Tribunnews, kasus tersebut kini sedang dilakukan pendalamn oleh KPK.

Pendalaman itu dilakukan lewat pemeriksaan terhadap enam saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengadaan dan pembebasan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel dan dugaan adanya aliran uang ke beberapa pihak yang terkait dengan perkara ini," ujar Plt juru bicara KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya, Sabtu (13/11/2021).

Baca juga: KPK: Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Formula E Bisa Dihentikan Jika Tak Temui Unsur Pidana

Adapun enam saksi tersebut yakni Iis Suryati, Ketua RT 02 RW 03 Rengas; Deddy H. Widodo, Ketua RW 08 Rengas; Teguh Oktariyadi, Sekretaris Kelurahan Rengas; Sarifudin, Sekretaris Kecamatan Ciputat Timur; Ahmad Senan, Ketua RW 03 Rengas; dan Jendro Iskandar, swasta.

Para saksi diperiksa penyidik KPK pada Jumat (12/11/2021) di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang.

Sehari sebelumnya, Kamis (11/11/2021), tim penyidik juga telah memeriksa delapan saksi.

Baca juga: Eks Kepala Cabang BKI Cilegon Jadi Tersangka Korupsi Proyek Fiktif, Uangnya untuk Entertainment

Mereka yaitu Oka Kurniawan, Staff PT Gemilang Berkah Konsultan pada tahun 2017-2018; Harry Yudho Pratomo, Direktur PT NSU Adhitama; Asep Darmawan, Direktur CV Bighi Consultant; Suaeb, Direktur PT Armudi Pradana Konsultan; Aris Mulyadi, Direktur PT Paduraksa Konsultan.

Kemudian Cecep Ridwan Krisnawan, Direktur PT Quantum Prima Mekatama; Didik Suryanto, Direktur PT Ardiana Dwi Yasa Consultant; dan Harry Yudho Pratomo, Direktur PT NSU Adhitama.

Baca juga: Luhut dan Erick Thohir Dilaporkan Terkait Dugaan Bisnis Tes PCR, KPK Lakukan Verifikasi Bukti

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan adanya dugaan penggunaan dokumen studi kelayakan yang fiktif oleh pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Ipi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved