Masih Ingat Kasus Smackdown Oknum Polisi kepada Mahasiswa di Tangerang? Ini Kata Komnas HAM
Artinya, ketika tahapan-tahapan yang sudah dilakukan oleh polisi itu terpenuhi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Komnas HAM rapat koordinasi bersama Polda Banten dan sosialisasi penanganan konflik sosial di wilayah hukum Polda Banten, Kamis (17/2/2022).
Rapat yang digelar di Mapolda Banten, itu merefleksikan sejumlah kasus, di antaranya oknum polisi yang melakukan smackdown mahasiswa saat berunjukrasa di Tangerang.
Peristiwa itu pun menjadi viral di media sosial.
Baca juga: Sempat Viral Polisi Smackdown, Cerita Wakapolresta Tangerang Mulai Bangun hingga Tidur Pegang HP
Korban bernama Fariz, langsung kejang-kejang setelah dibanting Brigadir NP saat aksi unjuk rasa pada HUT Kabupaten Tangerang.
Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara mengatakan ada tiga hal untuk menangani kasus seperti itu.
"Pertama, semua proses yang dilakukan polisi itu bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Artinya, ketika tahapan-tahapan yang sudah dilakukan oleh polisi itu terpenuhi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Brigadir NP Bakal Dipidanakan? Ini Jawaban Mahasiswa UIN Korban Smackdown
Hal itu tidak jadi masalah jika tindakan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.
"Saya tidak sedang membenarkan terkait aksi smackdown-nya. Bukan hanya soal itu, tapi apa pun kegiatannya, ketika bisa dipertanggungjawabkan, itu yang harus dipenuhi," ucapnya.
Kedua, soal transparansi dalam penindakan kasus.
Menurutnya, ketika ada kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, transparansi proses hukum dari petugas kepolisian menjadi penting.
"Sehingga publik bisa menilai apakah yang dilakukan itu benar atau salah," kata dia.
Ketiga, berkaitan dengan sanksi.
Dalam kasus semacam itu, oknum polisi tersebut diperiksa petugas internal Kepolisian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/komisioner-komnas-ham-ri-beka-ulung-hapsara-didampingi-irwasda-polda-banten.jpg)