Kesehatan

15 Kegiatan Pencegahan Stunting di Desa

Pencegahan stunting di desa dilakukan untuk memastikan kesehatan, kecukupan gizi ibu hamil dan balita yang ada di desa.

Tayang:
Penulis: Siti Nurul Hamidah | Editor: Siti Nurul Hamidah
dharmasehat.com
Ilustrasi anak yang terkena stunting 

TRIBUNBANTEN.COM - Pencegahan stunting di desa menjadi pekerjaan rumah bersama.

Pencegahan stunting di desa dilakukan untuk memastikan kesehatan, kecukupan gizi ibu hamil dan balita yang ada di desa.

Masyarakat dan pemerintah desa, bergerak bersama dengan berperan aktif dalam pencegahan stunting di desa.

Baca juga: Kenali Apa itu Stunting dan Risikonya

Pencegahan Stunting di Desa

Pencegahan stunting dilakukan dengan mengetahui konvergensi stunting di desa.

Untuk mengetahui tingkat konvergensi stunting di masing-masing desa, pemerintah desa bersama KPM (Kader Pembangunan Manusia) desa, dapat melakukan input data dengan menggunakan aplikasi eHDW.

Aplikasi eHDW atau e-Human Development Worker merupakan aplikasi yang dikelola oleh Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Ditjen PPMD, Kementerian Desa PDTT.

Aplikasi eHDW dapat digunakan untuk mengetahui tingkat konvergensi stunting di setiap desa.

Baca juga: Aplikasi eHDW: Aplikasi Pembantu Pencegahan Stunting di Desa

Aplikasi eHDW digunakan dalam rangka pencegahan dan mengurangi angka stunting di desa.

Untuk pencegahan stunting di desa dan memaksimalkan penggunan eHDW, pemerintah desa bersama masyarakat, dapat melakukan kegiatan sosial seperti kampanye, penyuluhan dan gerak bersama dengan rutin.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk pencegahan stunting di desa, dengan operasional kegiatan dengan menggunakan dana desa.

Baca juga: Tips Penting Pencegahan Stunting dari Kementerian Kesehatan RI

Adapun kegiatan pencegahan stunting di desa dilakukan seperti berikut.

1. Merevitalisasi Posyandu sebagai sarana pendidikan gizi, agar di setiap posyandu terdapat layanan konsultasi gizi dan tempat pemantauan tumbuh kembang balita.

2. Pemberian makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang mengalami kekurangan gizi kronis.

3. Menyediakan dan memastikan akses terhadap air bersih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved