Stunting

Jangan Samakan! Stunting dan Gizi Buruk Itu Beda

Stunting dan gizi buruk adalah dua hal yang berbeda, namun stunting dan gizi buruk kerap kali dianggap sama oleh masyarakat awam

Tayang:
Penulis: Siti Nurul Hamidah | Editor: Siti Nurul Hamidah
Kolase TribunBanten.com/flickr.com
Ilustrasi anak gizi buruk dan stunting: Inilah sekilas tentang perbedaan stunting dan gizi buruk yang dirangkum dari berbagai sumber 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini sekilas tentang perbedaan stunting dan gizi buruk yang dirangkum dari berbagai sumber.

Stunting dan gizi buruk adalah dua hal yang berbeda, namun stunting dan gizi buruk kerap kali dianggap sama oleh masyarakat awam.

Salah satunya adalah stunting yang kerap diartikan menjadi gizi buruk.

Gizi buruk adalah kurangnya gizi anak dalam waktu yang pendek, dengan berat badan di bawah rata-rata.

Sedang stunting, mengutip dari Kemenkes.go.id, Jumat (11/11/2022), adalah balita atau anak dengan kekurangan gizi dalam waktu yang lama dan memiliki tinggi badan dibawah rata-rata.

Hal ini diakibatkan kurangnya asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang dan tidak sesuai dengan kebutuhan, terutama pada 1000 hari kehidupan anak.

Baca juga: Kenali Apa itu Stunting dan Risikonya

Stunting lebih berbahaya dari gizi buruk, jika gizi buruk menghentikan pertumbuhan kondisi tubuh anak.

Maka stunting bukan hanya soal tidak berkembangnya pertumbuhan tubuh anak, tetapi juga terkait perkembangan otak anak yang tidak sempurna.

Anak stunting selain kondisi tubuh yang pendek dan kecil, perkembangan otak mereka juga terhambat dengan risiko IQ dan fungsi otak yang sangat rendah.

Hal ini menyebabkan kegagalan fungsi otak, sulit memahami sesuatu, dan kognitif yang terhambat.

Dalam segi jangka waktu, gizi buruk adalah kondisi kekurangan gizi dalam waktu yang pendek.

Baca juga: Cegah Stunting, Pahami Tumbuh Kembang Anak Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Berbanding terbalik dengan stunting yang merupakan kondisi kekurangan gizi dalam waktu yang panjang.

Terhitung sejak buah hati dalam kandungan hingga berusia 2 tahun (1000 hari kehidupan anak), sehingga risiko stunting jauh lebih besar dari gizi buruk.

Apa Stunting dan Gizi Buruk Berbahaya?

Antara stunting dan gizi buruk sama-sama berbahaya untuk kelangsungan hidup anak, akan tetapi secara risiko stunting jauh lebih berbahaya dari gizi buruk.

Stunting memiliki risiko dan dampak buruk yang lebih besar bagi kehidupan anak di masa depan.

Stunting dapat menyebabkan anak gagal tumbuh, gangguan sistem kekebalan tubuh, masalah fungsi otak, dan perkembangan organ.

Psikomotor anak yang mengalami stunting juga akan terganggu.

Baca juga: 15 Kegiatan Pencegahan Stunting di Desa

Stunting bahkan disebut sebagai masalah generasi, yang jika tidak segera ditangani akan merusak generasi bangsa.

Mulai dari rendahnya kualitas SDM yang tidak mampu bersaing dalam dunia global, hingga dampak ekonomi yang akan dialami negara akibat persoalan gizi tidak tertangani.

Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpAK, juga mengatakan bahwa anak yang mengalami stunting di bawah usia satu tahun, 25 persen dari mereka berisiko memiliki tingkat kecerdasan di bawah 70.

Serta 40 persen lainnya berisiko memiliki IQ antara 71-90.

Dengan tingkat IQ tersebut, kemampuan akademis anak akan terganggu.

Baca juga: Cegah Stunting Sedini Mungkin, Sejak dalam Kandungan Hingga Fase Usia Keemasan Anak

Anak stunting juga lebih mudah terkena penyakit degeneratif (penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia).

Di lain sisi, anak dengan stunting rentan infeksi, gangguan fisik, dan mental, dan adanya ancaman tidak berjalan dengan baik fungsi hidup dan produktivitas di masa depan.

Anak dengan gizi buruk juga mengalami keterlambatan fungsi otak (jika berlangsung lama) karena kurangnya gizi, dengan kondisi kulit kering dan perut membuncit.

Secara fisik, gizi buruk dapat disembuhkan dengan memberikan asupan bergizi yang bertahap, akan tetapi jika perkembangan otak akan sulit, begitupun perkembangan otak anak stunting.

Jika gizi buruk masih bisa disembuhkan secara fisik, sedang anak stunting akan sulit karena menyangkut tinggi badan dan kondisi tubuh yang tidak normal dari anak seusianya.

Walau secara fisik terlihat lebih kronis gizi buruk dibanding stunting, namun dampak risiko di masa depan dari kedua penyakit tersebut lebih tinggi stunting.

Baca juga: Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk, Serupa Tapi Tidak Sama

Apa Bedanya Stunting dan Gizi Buruk?

Anak yang mengalami stunting akan memiliki tubuh yang tidak normal seperti anak seusianya, dengan ukuran tubuh yang tidak optimal, pendek, dan kecil. 

Sedangkan anak dengan gizi buruk mengalami pertumbuhan yang berhenti sebelum waktunya, namun kondisi tubuh atau fisik dapat disembuhkan dengan asupan makanan bergizi selama tidak terlalu kronis.

Sedangkan jika sudah merambah pada otak anak, baik gizi buruk maupun stunting akan sulit ditangani.

Adapun kondisi fisik dan tumbuh kembang anak stunting jauh lebih sulit ditangani, sehingga harus dicegah sejak dini (sejak buah hati dalam kandungan).

Anak yang terkena stunting memiliki tubuh yang pendek dan kecil dari anak seusianya, sedangkan anak dengan gizi buruk memiliki tinggi badan normal.

Baca juga: Tips Penting Pencegahan Stunting dari Kementerian Kesehatan RI

Kulit anak yang mengalami stunting seperti kulit anak lainnya, sedangkan kulit anak yang mengalami gizi buruk cenderung lebih kering.

Anak yang terkena stunting diukur dari perbandingan tinggi badan dengan anak seusianya, sedangkan anak yang terkena gizi buruk diukur dari perbandingan berat badan.

Anak yang terkena stunting mengalami kekurangan gizi dalam waktu yang lama, terhitung sejak 1000 hari pertama kehidupan anak

Sedangkan anak dengan gizi buruk kekurangan gizi dalam waktu singkat.

Anak dengan stunting pertumbuhannya sangat lambat dan terlihat lebih muda dari anak seusianya.

Sedangkan anak dengan gizi buruk pertumbuhan terhenti dengan otot mengecil dan lemak di bawah perut berkurang.

Anak yang mengalami stunting memiliki kekebalan tubuh rendah dan gangguan metabolisme.

Sedangkan anak yang mengalami gizi buruk mudah terinfeksi virus, kekebalan tubuh juga rendah.

Baca juga: Cegah Stunting dengan Cerdas Parenting

Itulah sekilas tentang perbedaan stunting dan gizi buruk, pastikan jaga asupan makanan buah hati dan peka akan kondisi kesehatannya.

Jika mencurigai buah hati terkena stunting atau gizi buruk, segera periksa dan konsultasi ke dokter serta perbaiki kebutuhan gizinya dengan baik.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved