Kuat Maruf Bantah Terlibat Pembunuhan Brigadir J dalam Nota Pembelaan: Saya Dituduh
Kuat Maruf, mantan asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengaku tak tahu soal pembunuhan Brigadir J atau Brigadir J
TRIBUNBANTEN.COM - Kuat Maruf, mantan asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengaku tak tahu soal pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Kuat Maruf membantah dengan tegas soal keterlibatannya dalam pembunuhan Brigadir J dalam pledoi atau nota pembelaan dalam persidangan hari ini, Selasa (24/1/2023).
Satu di antara beberapa poin bantahannya, yaitu ikut terlibat dalam pembunuhan berencana Brigadir J untuk memuluskan rencana tuannya, Ferdy Sambo.
Dalam pembacaan nota pembelaan, Kuat Ma'ruf menegaskan dirinya kukuh tak ikut dalam perencanaan pembunuhan.
"Saya tegaskan, saya tidak pernah mengetahui apa yang terjadi kepada almarhum Yosua di tanggal 8 Juli 2022," tegas Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).
Baca juga: Bacakan Pledoi, Kuat Maruf: Parah, Saya Dituduh Selingkuh dengan Putri Candrawathi
Ia mengonfrontasi sejumlah dalil tuntutan yang disampikan jaksa penuntut umum (JPU) terhadapnya.
Termasuk soal dirinya yang disebut sudah menyiapkan pisau dari Magelang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk membunuh Brigadir J.
Menurutnya, tudingan tersebut tidak terbukti berdasarkan hasil atau fakta persidangan selama ini
"Saya seakan-akan dianggap dituduh mengetahui perencanaan pembunuhan terhadap Almarhum Yosua, baik itu pisau yang dianggap sudah saya bawa dari Magelang dan bahkan saya dituduh membawa pisau itu ke Duren Tiga."
Baca juga: Nota Pembelaan Kuat Maruf dalam Sidang Mendatang, Tak Akui Bawa Pisau ke TKP Duren Tiga
"Padahal dalam persidangan sangat jelas bahwa saya tidak pernah membawa tas atau pisau dan didukung dengan keterangan para saksi dan hasil video rekaman ditampilkan," ucapnya.
Selain itu, Kuat juga merasa dirinya dituduh turut merencanakan pembunuhan ini hanya karena aksinya menutup pintu dan menyalakan lampu.
Padahal, kata Kuat, dua kegiatan tersebut merupakan rutinitas yang dijalaninya sebagai asisten rumah tangga (ART).
"Jadi, kapan saya ikut dalam perencanaan pembunuhan terhadap almarhum Yosua?" tanya Kuat.
Kuat pun kembali membantah dengan tegas dirinya ikut menjadi bagian perencanaan pembunuhan ini.
Terlebih almarhum Brigadir J, kata Kuat, merupakan orang yang baik dan pernah membantu di masa sulitnya dulu.
Baca juga: Bakal Lawan Putusan, Kuat Maruf dan Bripka RR Tak Terima Dituntut 8 Tahun Penjara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kuat-Maruf-dalam-sidang.jpg)