ASN di Banten Dilarang Pamer Harta dan Bergaya Hedonis, Budayakan Hidup Sederhana
Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar meminta kepada aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Banten untuk tidak pamer harta dan bergaya hedonis
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Menurut Nana, hal itu lebih kepada etika atau moral dari pribadi yang bersangkutan.
"Itu kan lebih ke etik dan moral, jika ada yang melakukan hal itu (menggunakan fasilitas negara di luar kepentingan kerja,-red) secara etis tidak patut," terangnya.
Sebab, kata Nana, hal itu kembali ke selfcontrol dari orang yang bersangkutan selaku pengguna fasilitas negara.
Menurut dia, seorang ASN atau pejabat ASN harus berada di track standar pada rasa malu untuk mempertanggung jawaban amanah yang diberikan kepadanya.
Kemudian, dengan adanya respon publik terkait fenomena pamer gaya hidup hedon tersebut.
BKD Provinsi Banten juga telah memerintahkan seluruh kepala OPD di Banten untuk bersama-sama memantau gaya hidup anak buahnya.
"Ia kita pantau medsosnya dan gaya hidup mereka, kita sudah minta kepada para kepala OPD untuk mengontrol anak buahnya, karena kewajibannya ada di situ," ungkapnya.
Diakui Nana, pihaknya telah meminta kepada semua pihak yang berada di lingkungan Provinsi.
Mulai dari Inspektorat hingga seluruh OPD di lingkungan Provinsi Banten, agar memonitor prilaku kehidupan para ASN-nya.
"Kita pantau prilaku hidupnya, budaya gaya hidup hedon, secara etnik harus dipelihara, budaya malu juga harus jadi patokan. Karena rasa malu itu bagian dari iman, iman dan malu itu seperti gula sama manisnya," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/mobil-mewah-mercedes-disita-kejati-banten.jpg)