Bau Gas Kimia PT Chandra Asri

Tiga Siswa SD di Cilegon Alami Pusing dan Mual Diduga Terdampak Gas PT Chandra Asri

Tiga siswa SDN Kepuh dilarikan ke Puskesmas Ciwandan, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (22/1/2024).

|
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Engkos Kosasih
Tiga siswa SDN Kepuh dilarikan ke Puskesmas Ciwandan, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (22/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Tiga siswa SDN Kepuh dilarikan ke Puskesmas Ciwandan, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (22/1/2024).

Tiga siswa itu dilarikan ke Puskesmas usai mengikuti upacara bendera merah putih di sekolahnya.

Kepala Puskesmas Ciwandan, dr. Arif Dharma Hartana menyebut para siswa yang dilarikan ke Puskesmas mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari PT. Chandra Asri Pacific (CAP) Tbk Ciwandan.

Baca juga: Ini Rincian Korban Terpapar Gas PT Chandra Asri di Cilegon, Totalnya 558 Warga

Di mana diketahui peristiwa bau menyengat itu diduga terjadi akibat adanya gangguan alat di PT. CAP yang menimbulkan pembakaran gas di cerobong (flare stack) sejak Sabtu (20/1/2024) lalu.

"Tadi ada anak sekolah habis upacara, mengalami pusing dan mual, karena masih tercium bau yang tidak enak, akhirnya di bawa ke sini," ujarnya kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Senin (22/1/2024).

Arif menuturkan, saat ini ketiga siswa sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

"Tadi sudah kita lakukan observasi dan ketiganya sudah kita pulangkan," ungkapnya.

Dikatakan Arif, situasi kondisi udara di daerah Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan masih dalam kondisi aman.

Namun beberapa yang mengeluhkan bau menyengat berada di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan

"Kalo di wilayah Tegalratu sekitar Puskesmas tidak tercium sama sekali, tapi informasi dari SDN Kepuh jam 8 pagi tercium baunya, jadi memang itu tergantung arah angin," ungkapnya.

Sejauh ini, tercatat ada sekitar 40 warga telah ditangani di Puskesmas Ciwandan yang terdampak akibat adanya insiden tersebut.

Arif mengimbau kepada warga Ciwandan yang memiliki resiko terdampak atau memiliki anak-anak agar menghindari keluar rumah dulu

"Kemudian gunakan masker apabila melakukan aktivitas di luar rumah, bagi yang memiliki keluhan pusing dan mual perbanyak minum air putih, lakukan istirahat di rumah dan bagi yang mengeluhkan mual muntah, langsung bawa ke unit kesehatan terdekat, baik itu di puskesmas atau rumah sakit terdekat," tandasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved