Bau Gas Kimia PT Chandra Asri

Fakta Terbaru Bau Gas PT Chandra Asri, DLHK Banten Temukan Kebocoran pada Quench Water

DLHK Banten mengungkap sejumlah fakta terbaru terkait PT Chandra Asri Pacific, Kota Cilegon.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
Dok. DLH
Pipa yang bocor di PT Chandra Asri Pacific. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 


TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten mengungkap sejumlah fakta terbaru, terkait PT Chandra Asri Pacific, Kota Cilegon.

Fakta-fakta tersebut merupakan hasil verifikasi lapangan Tim Gakkum DLHK Banten, pada 22 Januari 2024, atau dua hari setelah fenomena bau gas kimia di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Dalam hal itu, Tim Gakkum DLHK Banten menemukan adanya kebcoroan pada Quench Water, atau pipa pendingin mesin produksi PT Chandra Asri Pacific.

Baca juga: Kualitas Udara Cilegon di Bawah Baku Mutu, Diduga Gegara Kebocoran Pabrik Kimia Chandra Asri

Kepala DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan mengatakan, telah terjadi emergensi dalam kegiatan operasional di plant Ethylene PT.Chandra Asri Pacific.

"Kondisi kedaruratan itu terjadi akibat kebocoran pada pipa pendingin (quench water) 12 inch yang terdeteksi sekira pukul 04.40 WIB oleh operator plant ethylene," kata Wawan kepada TribunBanten.com dalam keterangan tertulis, Jumat (26/1/2024).

Menurut Wawan, pada bagian proses pendinginan di plant tersebut merupakan proses kondensasi hidrokarbon dengan kontak secara langsung menggunakan air. 

Kata dia, dengan proses pendinginan secara langsung tersebut menyababkan air pendingin mengandung minyak.

"Akibat kebocoran tersebut aliran pipa pendingin mengalami penurunan aliran dari 900 ton/jam menjadi 500 ton/jam," ujar dia.

Hal itu, lanjut Wawan, yang membuat PT Chandra Asri Pacific melakukan pengentian operasional secara manual menggunakan push botton. 

Sehingga, ungkap Wawan, penghentian operasional mesin pada saat itu bukan karena kenaikan temperatur mesin.

"Sesaat setelah dilakukan shutdown, PT Chandra Asri Petrochemical telah melakukan pengosongan jalur dan isolasi tempat kejadian," jelasnya.

Namun Wawan belum dapat memastikan, proses pembakaran sisa gas kimia di cerobong atau flaring, akibat pengentian operasional bersih dari pencemaran, sebab masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sedangkan pipa yang bocor tersebut telah dibawa ke Polda Banten, sebagai barang bukti di kejadian tersebut.

"Nanti terbukti setelah ada hasil uji lab," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved