Puluhan Karyawan Vendor PT. Cemindo Gemilang di Bayah Lebak Kena PHK, Begini Pengakuan Korban

Puluhan karyawan vendor yang bekerja di lingkungan PT. Cemindo Gemilang, Bayah Kabupaten Lebak, mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
Kolase TribunBanten.com/Ist
Puluhan karyawan vendor yang bekerja di lingkungan PT. Cemindo Gemilang, Bayah Kabupaten Lebak, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dianggap secara sepihak oleh karyawan. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Puluhan karyawan PT. DMH, perusahaan vendor yang bekerja di PT. Cemindo Gemilang, Bayah, Kabupaten Lebak, mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kepada TribunBanten.com, salah satu korban PHK yang bekerja di bawah naungan PT. DMH, Ucup Supriatna mengaku, PHK yang dialami dirinya dan temen-temennya terkesan sepihak, dengan alasan ada pengurangan karyawan PT. Cemindo Gemilang. 

"Bagi saya ini terkesan sepihak, dengan alasan ada pengurangan karyawan PT. Cemindo Gemilang. Padahal saya sudah bekerja sudah satu tahun di sana," katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (30/11/24). 

Baca juga: Gelombang PHK di Banten, Daftar Industri Berpotensi Gulung Tikar

Ucup menyebutkan, korban PHK secara sepihak ada sebanyak 20 karyawan

Ucup mengatakan, PHK yang dialami oleh dirinya sangat kurang elok, lantaran keberada PT. Cemindo Gemilang berada di wilayah tempat tinggalnya. 

"Kami sebagai warga terdekat dari keberadaan PT itu, seharusnya mendapatkan pekerjaan, bukan dibuang dan orang asing dimasukan," katanya.

Menurut Ucup, banyak pekerja luar daerah 
yang bekerja di pabrik semen merah putih itu. 

 

 

Bahkan, kata Ucup, tidak sedikit orang Cina yang bekerja di PT. Cemindo Gemilang itu. 

"Ironis, alasannya pengurangan karyawan tapi justru pekerja asing malah leluasa mendapatkan pekerjaan dibanding warga lokal di wilayah Bayah" ujarnya. 

Oleh karena itu, Ucup meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Lebak, untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal.

"Masa iya kami hanya menjadi penonton dengan keberadaan perusahaan di wilayah kami?."

"Sedangkan tenaga kerja luar daerah jadi prioritas mereka," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved