Dibantu Anggota DPR Sarifah, PMI Disiksa Majikan di Arab Berhasil Dipulangkan ke Serang Banten

PMI asal Kampung Koperasi, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Maesaroh (42) kini telah dipulangkan ke tanah air, Kamis (20/2/2025).

|
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Dok Istimewa
Tenaga Ahli (TA) anggota DPR RI Dapil Banten II Sarifah Ainun Jariyah, Solahudin saat mengawal kepulangan Maesaroh (42), PMI asal Serang yang disiksa majikan di Arab Saudi, Kamis (20/2/2025). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Koperasi, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Maesaroh (42) kini telah dipulangkan ke tanah air, Kamis (20/2/2025) malam.

Kepulangan Maesaroh berkat upaya koordinasi dan komunikasi intensif lintas sektoral yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI Dapil Banten II, Sarifah Ainun Jariyah.

Diketahui sebelumnya, kisah Maesaroh ini pertama kali mencuri perhatian publik setelah dirinya mengunggah sebuah video di media sosial pada Januari 2025 lalu.

Baca juga: Kader PDIP Lebak Ikuti Retreat di Magelang, Wabup Amir Bakal Pimpin Pemerintahan Sepekan ke Depan

Dalam video tersebut, dirinya mengungkapkan kondisi memperihatikan yang dialami selama bekerja di Arab Saudi.

Maesaroh mengaku, mendapatkan perlakuan tidak baik oleh majikannya. 

Oleh karena itu, ia lantas meminta kepada Presiden Prabowo untuk dipulangkan.

Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan memicu respons dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPR RI Dapil Banten II, Sarifah Ainun Jariyah.

Menyikap hal tersebut, Sarifah langsung mengambil langkah proaktif. 

Politisi PDI Perjuangan tersebut, segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Atnaker KBRI Jedah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat, serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk memastikan proses pemulangan ke Indonesia. 

"Kami tidak bisa tinggal diam ketika melihat ada warga negara Indonesia yang mengalami kesulitan di luar negeri,"Kata Sarifah dalam keterangan tertulis, Jumat (21/2/2025).

"Apalagi setelah kasusnya viral dan menjadi perhatian publik, ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk melindungi dan memulangkan mereka dengan selamat," sambungnya.

Ia menjelaskan, proses pemulangan Maesaroh tidak berjalan mudah.

Sebab, beberapa kendala birokrasi dan hukum di negara tempatnya bekerja sempat menghambat proses pemulangan. 

"Namun, berkat diplomasi intensif yang dilakukan oleh KBRI, Atnaker KBRI jedah dan dukungan penuh dari Kemenlu, akhirnya Maesaroh berhasil dibawa pulang ke Indonesia," jelasnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved