Kepsek Tampar Siswa Merokok

Instagram Gubernur dan Wagub Banten Banjir Komentar Usai Kepsek SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan

Akun media sosial (medsos) Instagram Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dibanjiri komentar warganet

|
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Dok/TribunBanten.com
Akun media sosial (medsos) Instagram milik Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dibanjiri komentar warganet usai viral nya kasus dugaan penamparan siswa oleh Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak. 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Akun media sosial (medsos) Instagram milik Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dibanjiri komentar warganet usai viral nya kasus dugaan penamparan siswa oleh Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak.

Dalam akun Instagram Andra Soni, ribuan warganet terlihat memenuhi kolom komentar. 

Mereka menumpahkan kritiknya atas pernyataan Andra Soni akan menonaktifkan sementara Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria. 

"Sebagai warga Banten, saya justru ingin menonaktifkan Bapak sendiri sebagai Gubernur, bukan Kepala SMAN 1 Cimarga. Karena yang seharusnya dievaluasi bukan hanya individu, tapi pimpinan yang gagal menjaga arah dan wibawa pendidikan di Banten secara menyeluruh," tulis komentar akun Instagram @deaargooddd.

Baca juga: Sejarah Berdirinya SMAN 1 Cimarga, Sekolah Viral Gegara Kepsek Tampar Siswa Merokok

"Kasus di SMAN 1 Cimarga itu hanyalah satu dari sekian banyak potret buram dunia pendidikan kita. Kekerasan di sekolah tidak muncul tiba-tiba, itu lahir dari sistem yang abai, pengawasan yang lemah, dan pemimpin yang hanya bergerak kalau sudah viral," lanjutnya.

"Bapak cepat sekali menonaktifkan kepala sekolah, tapi di mana kepedulian Bapak ketika banyak sekolah di Banten rusak, siswa belajar di ruang darurat, dan guru honorer masih dibayar tidak layak? Apakah semua itu tidak cukup menjadi alasan untuk Bapak mengevaluasi diri sendiri?," ujarnya.

"Menonaktifkan satu kepala sekolah mungkin terlihat tegas, tapi menonaktifkan nurani dan empati terhadap rakyat jauh lebih berbahaya. Kalau setiap kesalahan di lapangan jadi alasan untuk dicopot, maka sudah sewajarnya rakyat juga berhak menonaktifkan Gubernur yang gagal menunjukkan kepedulian terhadap masyarakatnya," sambungnya.

Kemudian, akun Instagram @dharmawan10 juga menyoroti perilaku siswa yang merokok dan bolos.

"Murid Yg Merokok Bolos Banyak Gmn pak? Tolong ketegasan nya walaupun saya bukan warga bapak tapi jangan sampai murid semena mena dan dimanja dan tidak taat aturan sekolah hidup harus punya aturan pak dimanapun kita berada Balas," tulisnya.

"Baru kali ini LIAT GUBERNUR MENDUKUNG PELANGGARAN," tulis akun @nenti9721.

Pantauan TribunBanten.com, salah satu unggahan Instagram Gubernur Banten sudah dibanjiri 2.639 komentar.

Sementara, akun Instagram Dimyati Natakusumah juga dibanjiri komentar dari warganet.

"Yg salah itu muridnya bukan kepsek nya haduh," tulis akun @namiabdiiyan.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved