Tak Tahan Lagi Bau Limbah Pengolahan Ayam, Warga Datangi Kantor Desa Sindangmulya Lebak

Warga menggeruduk kantor Desa Sindangmulya, menolak wilayah mereka dijadikan pembuangan limbah pengolahan ayam.

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Wawan Perdana
TribunBanten.com/Misbahudin
Puluhan warga dari empat Kampung Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menggeruduk kantor Desa Sindangmulya, Jumat (30/1/2026). Mereka protes adanya pengelolaan ayam yang menimbulkan limbah berbau. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM,LEBAK-Puluhan warga dari empat kampung Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendatangi kantor Desa Sindangmulya, Jumat (30/1/2026). 

Warga ini berasal dari Kampung Cibenter, Cibuntu, Jogjog, dan Madang. 

Warga menggeruduk kantor Desa Sindangmulya, menolak wilayah mereka dijadikan pembuangan limbah pengolahan ayam. 

Warga Kampung Cibuntu, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengeluhkan bau bangkai ayam, Rabu (28/1/2026). Bangkai tersebut diduga berasal dari pabrik pengolahan ayam. 

Seorang warga bernama, Ani, mengatakan bahwa keberadaan lokasi pengolahan limbah sangat meresahkan warga.

Sehingga warga meminta agar lokasi tersebut ditutup ditutup secara permanen. 

"Baunya sangat menyengat ke permukiman kami, makanya kami minta ditutup permanen," katanya saat ditemui wartawan Tribunbanten.com di lokasi. 

Selain bau menyengat ke permukiman, bau bangkai ayam juga dapat menggangu kesehatan warga. 

"Udah mah bau, dan kami khawatir dampaknya ke kesehatan juga," ujarnya. 

Tidak Punya Izin

Menanggapi aksi warga, Kepala Desa (Kades) Sindangmulya, Nani, menegaskan bahwa dirinya sudah memenuhi keinginan warga agar lokasi pengelolaan limbah bulu ayam tersebut ditutup. 

Terlebih dirinya akan memastikan lokasi pengelolaan limbah bulu ayam tersebut ditutup secara permanen. 

"Kami sesuai dengan permintaan warga, jadi ditutup lokasi pengelolaan limbah ini," tegasnya.

Nani membenarkan bahwa lokasi pengolahan limbah tersebut tidak memiliki izin, baik dari desa maupun dadi masyarakat. 

"Betul memang perusahaan itu tidak ada izin, dadi masyarakat terutama saya juga. Tapi Alhamdulillah, setelah musyawarah tadi beres," katanya. 

Ia juga mengakui limbah tersebut meresahkan warga, lantaran bau menyengat. 

"Yang dikeluhkan warga karena bau menyengat," pungkasnya. 

Baca juga: Bau Busuk Mirip Bangkai Serbu Desa Sindangmulya, DLH Lebak Turun Tangan

DLH Lebak Cek ke Lokasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, menanggapi keluhan warga soal bau bangkai ayam yang diduga berasal dari pabrik pengolahan ayam.

Sebagaimana diketahui, warga Kampung Cibuntu, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengeluhkan bau bangkai ayam sejak Rabu (28/1/2026). Bangkai tersebut diduga berasal dari pabrik pengolahan ayam.

Irvan mengaku akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut. DLH Lebak juga akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan sumber bau bangkai ayam itu.

"Kami akan cek ke lapangan untuk melihat langsung kondisi dan dampak yang ditimbulkan," katanya dalam sambungan telepon, Kamis (29/1/2026).

Menurut Irvan, jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan segera mengambil tindakan.

"Jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

"Namun warga juga bisa membuat laporan kepada kami agar segera ditindaklanjuti dan ditinjau dampak pastinya," sambungnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved