Breaking News:

Berusia 146 Tahun, Warga Miskin di Pandeglang Mencapai 10 Persen dari Jumlah Penduduk

Sementara itu, BPS Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah tingkat pengangguran di Pandeglang justru meningkat dari tahun 2018 ke tahun 2019.

Tribunbanten.com/Rizki Asdiarman
Suasana di Kampung Kanyere hingga Kampung Kalangsari Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (05/10/2020). Banyak warga di wilayah itu tidak memiliki rumah layah dan sebagian membangun di lahan orang lain hingga lahan milik PT KAI. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kabupaten Pandeglang telah berusia 146 tahun. Namun, jumlah warga miskin di kabupaten di Provinsi Banten itu hingga saat ini masih sangat tinggi. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah warga miskin pada 2018 sebanyak 116.155 jiwa atau 9,61 persen dari jumlah jumlah 1.209.011 jiwa.

Pada 2019, jumlah warga miskin di Pandeglang sebanyak 114.090 jiwa atau sebesar 9,42 persen dari jumlah total 1.211.909 jiwa. Jumlah warga miskin itu mengalami penurunan  2.065 jiwa.

"Angka ini masih sangat cukup tinggi, tapi sudah cukup lumayan. Mudah-mudahan terus bisa terus menurun," ujar Kepala Seksi Integrasi Penanggulangan dan Diseminasi Statistik (IPSD) BPS Kabupaten Pandeglang Marco kepada TribunBanten.com, Jum'at (15/1/2021).

Sementara itu, BPS Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah tingkat pengangguran di Pandeglang justru meningkat dari tahun 2018 ke tahun 2019.

"Di tahun 2018, kami mencatat ada sebesar 43.509 orang yang menganggur. Di tahun 2019 angka pengangguran naik menjadi 44.768 orang," ujarnya.

Baca juga: Melongok Kecamatan Termiskin dan Kumuh di Ibu Kota Provinsi Banten

Baca juga: Tilep 50 Persen, 5 Tersangka Korupsi Dana Rehab Rumah Warga Miskin Diserahkan ke Kejati Lebak

Baca juga: Dampak Pandemi Covid, Orang Miskin di Kabupaten Lebak Bertambah 1,3 Juta Selama 2020

Kondisi rumah keluarga Apipi dan istri, Asmawati di tepi laut, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Kondisi rumah keluarga Apipi dan istri, Asmawati di tepi laut, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. (Martin Ronaldo/Tribunners)

Menurutnya, kenaikan angka pengangguran di Kabupaten Pandeglang disebabkan oleh faktor cuaca.

"Jadi, di Pandeglang ini mayoritas warganya adalah petani. Kemungkinan disaat itu sedang banyak yang gagal panen karena faktor cuaca," jelasnya.

"Kami belum bisa beberkan (angka pengagguran di Pandeglang) saat ini karena kami belum sempat bertemu dengan Bupati. Alurnya, kami akan sampaikan (laporan) terlebih dahulu ke Bupati, baru setelah itu akan segera kami sampaikan ke masyarakat," katanya. 

Penulis: Wijanarko
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved