Ramai SBY Disebut Kena Karma Terkait Moeldoko, Peristiwa Kuda Tuli dan PKB Gus Dur Buktinya?

Karma menjadi trending topic di Twitter. Hukum sebab akibat itu disebutkan sedang menimpa Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Tayang:
Editor: Abdul Qodir
Trubun Jogja/Tribun Timur
Kolase Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur 

@Rizmaya__: Karma is Real. Pengulangan atas apa yang dulu terjadi di era Gus Dur saat Pepo berkuasa.

@taufikaris1613: Antasari & Anas teriak keadilan...justru mereka korban ketidak adilan masa menjabat. Sekarang teriak ketidak adilan menuntut yg sama.... Itulah karma keserakahan memang terbukti dgn waktu.

@simple_heart68: INIKAH KARMA ITU? Gus Dur Sebut SBY-JK Biang Runyam PKB

Baca juga: Viral Foto SBY Pegang Nasi Goreng, Andi Arief: Ekonomi Makin Berat, Jual Nasi Goreng Jadi Opsi

Baca juga: Jhoni Allen Marbun Bersumpah: Demi Tuhan, SBY Tidak Berkeringat

    

Apa itu karma?

Karma adalah konsep "aksi" atau "perbuatan" yang dalam agama Hindu dan agama Buddha dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut "samsara").

Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh dan Buddhisme.

Dalam konsep "karma", semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang.

Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan.

Baca juga: Iti Jayabaya Pastikan Demokrat Banten akan Lawan Hasil KLB Sumut

Hasil atau 'buah' dari tindakan disebut karmaphala.

Karena pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi).

Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang di kehidupan berikutnya.

KASUS KUDA TULI

Penyerbuan kantor PDI di Jalan Diponegoro oleh pendukung kubu Soerjadi berakhir dengan bentrokan antara massa dan aparat keamanan di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, 27 Juli 1996. Sebelumnya, kantor PDI diduduki massa pendukung Megawati.
Penyerbuan kantor PDI di Jalan Diponegoro oleh pendukung kubu Soerjadi berakhir dengan bentrokan antara massa dan aparat keamanan di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, 27 Juli 1996. Sebelumnya, kantor PDI diduduki massa pendukung Megawati. (Kompas/Eddy Hasby)

Dugaan keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dalam tragedi berdarah 27 Juli 1996 tidak pernah terbukti sampai saat ini.

Meski demikian, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) sempat menyeret kembali SBY dalam kasus penyerangan kantor PDI di Jalan Diponegoro, Menteng, tersebut di tengah proses persiapan pemilu presiden 2019.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved