Breaking News:

Idul Adha, Dinas Pertanian Banten Monitoring Kesehatan Ternak

Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, pihak Dinas Pertanian Provinsi Banten memonitoring kesehatan hewan.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, pihak Dinas Pertanian Provinsi Banten memonitoring kesehatan hewan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, pihak Dinas Pertanian Provinsi Banten memonitoring kesehatan hewan.

Selain memonitoring kesehatan hewan, pihak Dinas Pertanian juga melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada para pedagang.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Provinsi Banten drh Rina Herviana mengatakan tujuan monitoring untuk menjamin kesehatan hewan ternak kurban dan mencegah masuk menyebarnya Penyakit Hewan Menular (PHM) ke wilayah Provinsi Banten.

Pada Rabu (7/7/2021) kemarin, Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan kegiatan pada sembilan (9) lapak hewan kurban.

Yaitu, di kawasan Ciruas, Kabupaten Serang. Total ternak yang dimonitor pada : sapi 38 ekor, kerbau 7 ekor, dan domba 234 ekor.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Kamis 8 Juli 2021

Baca juga: Nakes RSUD Banten Berharap Insentif 9 Bulan Dicairkan Tanpa Berlarut-larut

Dalam kegiatan itu, tim monitoring meminta pedagang memisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit dengan yang sehat.

"Sebanyak 14 ekor domba yang menunjukkan gejala sakit diminta dipisahkan dari ternak yang sehat," kata dia, dalam keterangannya, Selasa (7/7/2021).

Dari hasil monitoring diketahui, sembilan (9) ekor domba menunjukkan gejala sakit mata, dua (2) ekor Orf, dua (2) ekor pink eye, dan satu (1) ekor domba diare.

Dikatakan, pedagang mengurus rekomendasi pemasukan ternak ke Dinas Pertanian Kabupaten Serang. Dokumen yang dimiliki adalah surat jalan dan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) yang disimpan pemilik.

"Domba didatangkan dari Garut, Majalengka, Dan Purwakarta. Untuk sapi didatangkan dari Semarang dan Boyolali. Sedang kerbau berasal Banten atau lokal," jelas drh. Rina.

Diungkapkan, untuk kisaran harga, sapi antara Rp 21 - 28 juta. kerbau antara Rp 20 - 25 juta,. Sedangkan domba antara Rp 2,5 - 6,5 juta.

Secara umum, ungkap drh. Rina, kondisi lapak hewan kurban cukup memenuhi aspek kesejahteraan hewan. Antara lain : terdapat tenda/terpal, disediakan pakan dan air minum, dan kandang tidak becek.

Baca juga: Uang Insentif Tenaga Kesehatan RSUD Banten 9 Bulan Segera Cair, Tapi Pencairan secara Bertahap

Baca juga: Ini Alasan Sidang Praperadilan yang Diajukan Tersangka Dugaan Korupsi Masker Dinkes Banten Ditunda

"Untuk lapak hewan kurban yang telah dilakukan monitoring, ditempel stiker Dinas Pertanian Provinsi Banten dan diberikan stok salep/tetes mata untuk hewan ternak," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, lanjut drh. Rina, tim monitoring juga melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan. Pedagang yang tidak menggunakan masker diberikan masker

"Kita sampaikan agar pedagang menerapkan Protokol Kesehatan di lapak mereka," pungkasnya

Untuk diketahui, susunan Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban Dinas Pertanian Provinsi Banten adalah Penanggung jawab Kadis Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid, Ketua Kabid Keswan dan Kesmavet drh. Ari Mardiana.

Anggota : para dokter hewan / medik veteriner Dinas Pertanian Provinsi Banten dibantu oleh paramedik veteriner dan pelaksana pada Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner serta UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved