Breaking News:

Kasus Korupsi Lahan Samsat Malingping Dilimpahkan ke Pengadilan, Kepala Samsat Segera Diadili 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Malingping, Samad, yang menjadi tersangka kasus korupsi ini segera diadili di pengadilan. 

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Kantor UPT Samsat Malingping di Jalan Raya Baru Simpang Beyeh, KM 03, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten telah melimpahkan berkas perkara kasus korupsi pengadaan lahan UPT Samsat Malingping ke Pengadilan Tipikor Serang pada Pengadilan Negeri Serang pada Kamis, 7 Agustus 2021.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Malingping, Samad, yang menjadi tersangka kasus korupsi ini segera diadili di pengadilan. 

"Iya, berkas perkaranya sudah kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Serang kemaren," ujar Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Banten, Ivan Hebron Siahaan, saat dihubungi, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Masker Hadirkan 3 Saksi, Ungkap Soal Awal Mula Pengadaan Masker

Baca juga: Kasus Korupsi Masker, Kadinkes Banten Terpaksa Ubah RAB Pengadaan Masker Akibat Kondisi Darurat

Kepala Samsat Niat Korupsi dan Cari Untung dari Awal

Kejaksaan Tinggi Banten menetapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Malingping, Samad, sebagai tersangka dugaan korupsi.

Samad selaku Sekretaris tim panitia pengadaan UPTD Samsat Malingping diduga melakukan mark up dalam pengadaan lahan untuk UPT Samsat Malingping Tahun Anggaran 2019 senilai RP 4,6 miliar.

Lahan UPT Samsat Malingping seluas 6.500 meter tersebut berlokasi di Jalan Baru Simpang Beyeh, KM 03, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Lebak.

"Kami sudah menemukan bukti yang cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan ini," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Asep Mulyana, di kantor Kejati Banten, Kota Serang, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Fakta Sidang Kasus Korupsi Masker: Saksi Ungkap Ada Pesan WA dari Terdakwa Atas Perintah Kadinkes

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Segera Disidangkan, Kejati Banten Siapkan Berkas Perkara

Asep mengungkapkan, Samad diduga sedari awal sudah berenana melakukan korupsi dengan mark up harga tanah untuk proyek UPTD Samsat Malingping, agar mendapatkan keuntungan selisih.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana menjelaskan ke wartawan tentang kasus korupsi pengadaan lahan UPTD Samsat Malingping, kantor Kejati Banten, Kota Serang, Kamis (22/4/2021).
Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana menjelaskan ke wartawan tentang kasus korupsi pengadaan lahan UPTD Samsat Malingping, kantor Kejati Banten, Kota Serang, Kamis (22/4/2021). (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved