Breaking News:

Lagi Rapat, Wali Kota Cilegon Kaget Kadishubnya jadi Tersangka Suap Rp 530 Juta Parkir Pasar

Namun, ia menegaskan dirinya telah membatalkan kebijakan UDA yang menyerahkan pengelolaan parkir Pasar Kranggot ke pihak swasta tersebut.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian di Kantor Bappeda Kota Cilegon, Kamis (19/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian, mengaku kaget mengetahui anak buahnya, Kepala Dinas Perhubungan, Uteng Dedi Apendi (UDA), ditetapkan sebagai tersangka penerima suap Rp 530 juta atas perizinan pengelolaan parkir Pasar Krangot oleh swasta.

Dirinya baru mengetahui informasi tersebut seusai rapat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon.

Sepengetahuan dirinya, UDA pernah diperiksa dan blmasih berstatus sebagai saksi.

"Tetapi itu kan kebijakan dari Kejari tentunya kita tidak bisa mencampuri ranah tersebut," katanya kepada wartawan di Kantor Bappeda Kota Cilegon, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Kadishub Cilegon Jadi Tersangka Dugaan Kasus Suap Parkir, Kepala Kejari: Diduga Terima Rp 530 Juta

Politikus Partai Berkarya ini menyerahkan proses hukum UDA kepada Kejari Cilegon. Dan ia menduga Kejari Cilegon mempunyai alat bukti sehingga menetapkan tersangka hingga menahan anak buahnya itu.

Petugas membawa Kepala Dinas Perhubungan, UDA, Kota Cilegon ke mobil tahanan setelah ditetapkan Kejari sebagai tersangka atas dugaan kasus suap pengelolaan parkir di Pasar Kranggot, Kamis (19/8/2021).
Petugas membawa Kepala Dinas Perhubungan, UDA, Kota Cilegon ke mobil tahanan setelah ditetapkan Kejari sebagai tersangka atas dugaan kasus suap pengelolaan parkir di Pasar Kranggot, Kamis (19/8/2021). (TribunBanten.com/Khairul Maarif)

Helldy mengaku belum mengetahui mendalam tentang kasus dugaan korupsi pengelolaan parkir Pasar Kranggot yang memjerat UDA.

Namun, ia menegaskan dirinya telah membatalkan kebijakan UDA yang menyerahkan pengelolaan parkir Pasar Kranggot ke pihak swasta tersebut.

"Terkait pengelolaan parkir Pasar Kranggot kepada pihak ketiga yang merupakan swasta sudah kami batalkan," tandasnya.

Baca juga: Korupsi Dana BOS Rp 280 Juta, Eks Kepala UPT Dindik Pandeglang Dijebloskan ke Penjara

Baca juga: Fakta Baru Dugaan Korupsi Masker di Banten, Terdakwa Agus Jaminkan Sertifikat Tanah Milik Orang Lain

Ia menjelaskan, pembatakan itu dikarenakan pengelolaan parkir Pasar Kranggot berada al kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved