Longsor di Lebak

Aktivis Lingkungan Soroti Penyebab Terjadinya Longsor di Bayah Lebak, Ini Katanya

Aktivis Lingkungan soroti penyebab terjadinya longsor di kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Lebak, pada Rabu (4/12/24). 

Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Misbah/TribunBanten.com
Aktivis Lingkungan soroti penyebab terjadinya longsor di kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Lebak, pada Rabu (4/12/24).  

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Aktivis Lingkungan soroti penyebab terjadinya longsor di kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Lebak, pada Rabu (4/12/24). 

Akibat dampak longsor tersebut, puluhan rumah rusak, lahan pertanian tertimbun dan ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke tempat aman. 

Bahkan, 65 Kepala Keluarga (KK) di kampung Lebak Manggah, juga terpaksa harus meninggalkan rumahnya itu, dikarenakan sudah tidak lagi aman untuk ditempati. 

Baca juga: Respons Mendes PDT Yandri Susanto soal Tudingan Keterlibatan di Pilkada Kabupaten Serang

Dari kejadian longsor itu, tidak hanya kampung Lebak Manggah saja yang terdampak, tapi juga kampung Cimentong. 

Jey Usop mengatakan, terjadi longsor di desa Cidikit tidak hanya disebabkan faktor curah hujan tinggi, melainkan adanya faktor lain yang ikut serta mempengaruhi penyebab terjadinya longsor di wilayah tersebut. 

Tambah lagi, lokasi longsor tidak jauh dari lokasi pertambangan PT. Samudera Banten Jaya (SBJ). 

Baca juga: Nestapa Warga  Bayah Lebak, Sungai Diduga Tercemar Aktivitas Tambang Emas, Kini Diterpa Longsor

"Sebelum terjadi peristiwa longsor, telah terjadi aktivitas pertambangan menggunakan alat berat atau ekskavator di dekat lokasi longsor, untuk keperluan perusahaan tambang," katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (11/12/24). 

Menurut Jey, berdasarkan advokasi yang dilakukan pihaknya, bahwa ada dua batu besar yang menjadi penyangga tanah di bawah permukiman warga Lebak Manggah,  yang dibongkar alat berat PT. SBJ untuk dijadikan akses jalan. 

"Artinya bagai mana tidak longsor, dua batu besar penyanggah tanah di bawah permukiman dibongkar alat berat perusahaan, ya wajar saja," ujarnya. 

Jey berharap, Pemvrop Banten dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap keberadaan aktivitas pertambangan PT. SBJ, yang diduga menjadi penyebab terjadinya longsor

"Kami harap DLH provinsi dan KLHK segera melakukan pemeriksaan ke lokasi, tempat terjadinya longsor," ucapnya. 

Tidak hanya itu, Jey juga meminta kepada Pemvrop Banten melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Banten dan Kementrian ESDM pusat, untuk kembali mengecek izin yang dimiliki perusahaan tambang emas itu. 

Sebab, sebelumnya direktur PT. SBJ pernah ditetapkan tersangka oleh Kagum KLHK. 

Sehingga, ini menjadi kecurigaan publik terhadap izin PT. SBJ.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved