Nasib Malang Anak di Bawah Umur di Tangerang, Kenalan via Medsos Berujung Dianiayai Perawat

Seorang anak di bawah umur berinisial MAS (17) tak menyangka akan mengalami nasib buruk pada 26 April 2025 malam.

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Tajudin
Istimewa/Tribun Jabar
ILUSTRASI - Seorang anak yang masih di bawah umur berinisial MAS jadi korban penganiayaan oleh seorang pria berinisial DF (24) warga Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang yang baru dikenalnya di dunia maya. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Seorang anak di bawah umur berinisial MAS (17) tak menyangka akan mengalami nasib buruk pada 26 April 2025 malam.

Kampung Cilongok Tamiyang, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi saksi bisu terjadinya pengkhianatan yang berujung kekerasan. 

Di tengah remangnya malam, jalinan perkenalan virtual melalui dinginnya layar media sosial (Medsos) bermetamorfosis menjadi mimpi buruk bagi MAS.

Kisah pilu ini bermula dari sebuah janji pertemuan MAS dengan seorang pria berinisial DF (24) warga Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang yang baru dikenalnya di dunia maya.

Malam itu, sekitar pukul 19.00 WIB, DF datang menjemput MAS ke rumahnya dengan sepeda motor. Mereka kemudian menyusuri beberapa sudut keramaian di sekitar Telaga Bestari, menikmati jajanan malam.

Baca juga: Satu Pelaku Perusakan Bus Primajasa di Tangerang Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

Namun, kehangatan pertemuan tersebut perlahan sirna seiring jarum jam beranjak menuju pukul 21.00 WIB.

Dalam perjalanan pulang menuju kediaman MAS dengan melintasi sunyinya Kampung Cilongok Tamiyang, DF tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya, karena alasan ingin buang air kecil.

MAS yang tak menaruh curiga sedikit pun, tetap duduk di atas motor, jemarinya lincah menari di layar ponsel. Detik berikutnya, kedamaian malam pecah. 

Tanpa diduga, sebilah belati berkilat di tangan DF, langsung mengoyak wajah dan kepala MAS. Korban tak sempat berteriak, tak mampu menghindar. 

Di tengah rasa sakit dan kebingungan, handphone miliknya berpindah tangan, dirampas paksa oleh orang yang baru beberapa jam dikenalnya. DF langsung melarikan diri.

Dalam kondisi terluka dan panik, MAS berjuang mencari pertolongan. Usahanya membuahkan hasil, dan ia segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. 

Sementara itu, jejak pelaku mulai terendus oleh aparat kepolisian. Perburuan terhadap DF membuahkan hasil, ia ditangkap pada 10 Mei 2025 oleh Tim Opsnal PPA Polresta Tangerang.

"Dalam penangkapan tersebut kami berhasil mengamankan tersangka dan 1 buah handphone merk Infinix Smart 5 milik korban," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Arief Nazaruddin melalui keterangan tertulis, Minggu (11/5/2025).

Baca juga: Anggota Polisi Diusulkan Minimal Berpendidikan S1

Arief mengungkapkan, DF yang merupakan seorang perawat orang tua di perumahan elite yang ada di Tangerang Selatan, tega melakukan tindakan brutal karena ingin memiliki barang berharga milik korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved