Di Balik Galian C Viral Dekat SMAN 1 Cimarga Lebak, Ada Jalan Rusak dan Becek

Aktivitas galian C di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak menjadi sorotan, setelah lokasinya dekat SMA Negeri 1 Cimarga viral di media sosial

Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Misbahudin/TribunBanten.com
Aktivitas galian C di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak menjadi sorotan, setelah lokasinya dekat dengan SMA Negeri 1 Cimarga viral di media sosial. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Aktivitas galian C di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak menjadi sorotan, setelah lokasinya dekat dengan SMA Negeri 1 Cimarga viral di media sosial.

Berdasarkan penelusuran TribunBanten.com di lapangan, Senin (20/10/2025), keberadaan galian C itu benar adanya. Lokasinya hanya berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah SMA Negeri 1 Cimarga.

Dalam tampilan Google Maps, area galian tampak luas dan membentuk kubangan besar berwarna putih menyerupai petakan sawah. 

Baca juga: Pria di Ciputat Tangsel Tepergok Hendak Curi Celana Dalam Wanita, Ini Kronologinya

Kondisi di lapangan pun tak jauh berbeda, dengan sejumlah alat berat dan kolam besar berisi air berwarna biru.

Beberapa ekskavator tampak mencuci pasir di area tambang, sementara truk pengangkut pasir berbaris menunggu giliran muat. Di sekitar lokasi juga terlihat bengkel mesin yang digunakan untuk memperbaiki alat berat.

Hingga kini belum diketahui apakah aktivitas galian C tersebut memiliki izin resmi dari pemerintah atau tidak.

Jalan Rusak dan Becek di Akses Utama

Pantauan TribunBanten.com di Jalan Raya Leuwidamar, akses utama kendaraan angkutan galian C menuju Rangkasbitung, menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan.

Sejumlah titik jalan tampak rusak dan berlubang, bahkan becek, diduga akibat lalu lintas truk bermuatan pasir yang kerap melintas dalam keadaan basah.

Selain jalan yang rusak, saluran drainase di sisi jalan juga banyak tertutup pasir, membuat aliran air tersumbat.

Pengendara roda dua dan empat harus berhati-hati  yang melintas di Jalan Raya Leuwidamar, lantaran kondisi jalan berlubang ditambah banyak ceceran pasir di jalanan yang bisa saja tergelincir dan jatuh. 

Warga Cimarga Terbelah Soal Tambang

Keberadaan galian C di Kecamatan Cimarga menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga.

Sebagian warga mendukung karena aktivitas tambang menjadi sumber penghidupan mereka. 

Namun, ada juga warga yang menolak karena dampak lingkungan yang ditimbulkan, seperti jalan rusak, debu, dan air yang tercemar.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut ada sekitar 14 titik lokasi galian C di wilayah tersebut yang diduga tidak memiliki izin resmi.

“Ada dua wilayah utama, yakni di Desa Margajaya dan Desa Cimarga,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan, banyak izin tambang di wilayah itu yang sudah habis masa berlakunya dan belum diperpanjang.

“Banyak tambang tak berizin karena izinnya sekarang harus ke pemerintah pusat. Jadi, banyak yang hanya punya izin awal saja,” ungkapnya.

Warga Keluhkan Kecelakaan

Sejumlah warga mengaku terdampak langsung oleh kondisi jalan yang rusak akibat lalu lintas truk tambang.

Seorang warga Desa Cimarga menuturkan, anaknya sempat terjatuh dari motor karena terperosok ke lubang jalan.

“Belum lama ini, depan motornya patah karena masuk lubang. Sekarang anak saya belum bisa sekolah karena masih sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Rumani, warga Kecamatan Kalanganyar, mengaku risih dengan banyaknya truk tambang yang kerap berhenti sembarangan di jalan.

“Kadang mereka berhenti di tengah jalan, air dari baknya berceceran ke mana-mana. Bahaya banget. Jalannya juga rusak, debu ke mana-mana,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menertibkan aktivitas tambang dan mengatur jam operasional truk pengangkut pasir.

“Kemarin sempat ramai dibahas, itu bagus. Tapi memang harus ada aturan soal jam operasional,” ujarnya.

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved