Breaking News:

Siswa di Lebak Mulai Belajar di Sekolah 14 April, Satu Kelas Hanya Boleh 18 Orang

Keputusan dimajukannya kegiatan belajar di sekolah ini telah melalui sejumlah pertimbangan, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah dan wali murid.

Tribunnews.com
Siswa menggunakan masker saat belajar di sekolah di Jakarta menyusul adanya penyebaran virus corona. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak mengambil keputusan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah dimulai 14 April 2021 atau lebih cepat dari arahan pemerintah pusat yakni Juli 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Wawan Rustandi mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan tetap memperhatikan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Keputusan dimajukannya kegiatan belajar di sekolah ini telah melalui sejumlah pertimbangan, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah dan wali murid.

"Kami akan memulai lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Kendati lebih awal, tetapi pihak sekolah nantinya harus menjalankan protokol kesehatan," ujar Wawan saat dihubungi TrbunBanten.com, Jumat (9/4/2021).

Nantinya, para siswa yang ada akan dibatasi jumlahnya dalam satu kelas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Semua Sekolah Wajib Belajar Tatap Muka pada Juli 2021

Baca juga: Mendikbud Nadiem Wajibkan Sekolah Gelar Tatap Muka Mulai Juli 2021, Ini Syaratnya

Baca juga: Gubernur Wahidin Halim Beri Lampu Hijau Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Ia juga mengatakan, untuk pembagian ruang kelas akan dilakukan secara bergantian atau sif untuk menghindari kerumunan siswa saat berada di kelas dan lingkungan sekolah.

"Jadi, satu kelas itu ada 18 siswa dan itu nantinya jam masuk akan dibuat pagi dan siang agar tidak menimbulkan kerumunan," tegasnya.

Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMPN 11 Kota Serang, Banten, pada Selasa (18/8/2020).
Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMPN 11 Kota Serang, Banten, pada Selasa (18/8/2020). (Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan)

Wawan meyakinkan keputusan ini telah berdasarkan pertimbangan masukan pihak sekolah dan wali murid.

Dan setiap siswa yang bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah harus mengantongi izin orang tua atau wali muridnya.

Baca juga: Rencana Siswa Sekolah Tatap Muka Mulai Juli, Satgas Covid-19 IDI Sebut Waktu Uji Coba Masih Kurang

Baca juga: Sebanyak 771 SD di Lebak Sudah Lakukan Ujian di Sekolah dengan Sistem Sif

Bagi orang tua atau wali murid yang tak memberikan izin anaknya belajar di sekolah, maka kegiatan belajar-mengajar dilakukan seperti sebelumnya, yakni secara daring atau online.

Ia menambahkan, pihaknya bersama dinas kesehatan masih terus berkoordinasi untuk vaksinasi tenaga pengajar atau guru yang akan terlibat kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved