Kasus Dugaan Tolak Rawat Pasien BPJS, RSUD Labuan 'Benarkan' Perbedaan Hasil Lab Puskesmas

Kasus dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS Kesehatan PPU yang menderita sakit tipes oleh RSUD Labuan masuki babak baru.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com
ILUSTRASI - Kasus dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah (PPU) yang menderita sakit tipes oleh RSUD Labuan memasuki babak baru. 

Pihak rumah sakit juga mengklaim akan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan medis sesuai standar penanganan terkini.

RSUD MID Labuan juga menyampaikan empati atas kondisi yang dialami pasien dan berharap yang bersangkutan segera pulih.

Pihak rumah sakit memastikan siap memberikan penanganan lanjutan apabila kondisi pasien memburuk atau muncul gejala lain.

"Kami sangat berempati atas sakit yang dialami yang bersangkutan dan mendoakan semoga cepat sembuh. Namun, jika belum membaik atau ada gejala yang terasa lebih sakit, kami dengan senang hati menangani untuk pengobatan selanjutnya," tutupnya.

Komisi V DPRD Banten akan Panggil dan Tegur RSUD Labuan

Komisi V DPRD Banten memastikan akan menegur dan meminta klarifikasi kepada RSUD Labuan terkait dugaan penolakan rawat inap terhadap pasien BPJS Kesehatan PPU.

Anggota Komisi V DPRD Banten, Abraham Garuda Laksono, menyayangkan dugaan penolakan pasien oleh RSUD Labuan tersebut.

“Tidak boleh ada penolakan pasien di rumah sakit ataupun pasien dibiarkan menunggu terlalu lama, apalagi kondisinya membutuhkan penanganan cepat,” kata Abraham kepada TribunBanten.com, Sabtu (23/5/2026).

“Kalau kondisinya sudah seperti itu, tentu harus mendapatkan penanganan lebih lanjut karena ini bukan gejala biasa,” sambungnya.

Menurut dia, pasien tersebut sudah melalui proses pemeriksaan laboratorium di puskesmas dan telah direkomendasikan untuk mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.

“Pasien sudah disarankan dirawat oleh pihak puskesmas. Selain itu, pasien juga mengeluhkan kondisinya dan meminta untuk dirawat,” ujarnya.

Ia meminta pihak rumah sakit bersikap profesional dan mengedepankan aspek kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kesehatan, terlebih kondisi tersebut menyangkut keselamatan pasien.

“Pasien harus segera mendapatkan perhatian lebih, apalagi demam yang dialami sudah berlangsung cukup lama dan kondisinya masih lemah,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Abraham menegaskan pihaknya akan memanggil manajemen RSUD Labuan untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami akan menegur dan meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit,” tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved