Polemik PIK 2
Riuh Polemik PIK 2, Aktivis di Serang Banten Minta Pemerintah Segera Bertindak
Aktivis meminta kepada pemerintah untuk segera bertindak mengatasi polemik yang ditimbulkan akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2.
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh masyarakat Banten hari ini, merupakan bentuk perlawanan terhadap tindakan yang dilakukan oleh PIK 2.
"Sultan Ageng Tirtayasa dulu berjuang membangun kanal irigasi untuk petani dan nelayan."
"Jadi jika sekarang PIK 2 berusaha menjajah tanah ini, tentu kami anak keturunan dari Sultan yang ada di Banten ini marah, dan harus melakukan perlawanan jika negara tidak hadir," paparnya.
Ia mengungkapkan, saat ini di wilayah Tangerang kasus pemagaran laut dan pembentukan SHGB sudah masuk ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri.
"Harusnya sudah cepat lah ditangkap oknum-oknum yang memang terlibat dalam kasus pemagaran laut, dan memunculkan SHGB tanah," ucapnya.
Muhajir menyebut, saat ini pemerintah belum sigap untuk menangkap pihak-pihak yang sudah membuat keresahan, dan menyusahkan masyarakat khususnya para nelayan.
Baca juga: Tolak PSN PIK 2, Ratusan Warga Gelar Aksi Unras di Halaman Makam Sultan Agung Tirtayasa Serang
"SHGB sudah keluar, SHM sudah keluar, apalagi yang ditunggu pemerintah selain harus menangkap," ucapnya.
"Dan yang harus ditangkap bukan hanya pihak-pihak kepala desa, tapi harus langsung ke Aguan dan Antoni Salim," imbuhnya.
"Kalau itu sudah dilakukan oleh pemerintah, saya yakin Indonesia wabil khusus Banten akan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa robbun ghofur," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Koordinator-Karbala-Ahmad-Muhajir.jpg)