'Sisi Gelap' Dunia Pendidikan Pandeglang, Oknum Operator SD Diduga Pungli Buat Setor ke Disdikpora

Dugaan pungutan liar mencuat di SD Negeri 1 Banyumas, Kabupaten Pandeglang. Orang tua siswa mengaku diminta uang ratusan ribu rupiah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Tribun Jateng
DUGAAN PUNGLI DI PANDEGLANG - Dugaan pungutan liar mencuat di SD Negeri 1 Banyumas, Kabupaten Pandeglang. Orang tua siswa mengaku diminta uang ratusan ribu rupiah oleh oknum operator sekolah untuk mengurus administrasi pindah sekolah. 

Oknum operator tersebut meminta uang kepada orang tua siswa dengan alasan biaya mengurus administrasi kepindahan anaknya sekolah, dari Madrasah di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, ke SD Negeri 1 Banyumas Pandeglang. 

Kepada orang tua siswa, si oknum menyebutkan bahwa uang tersebut nantinya akan diberikan kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang Rp200 ribu, Kordinator Administrasi Sekolah (Kormin) Kecamatan Rp100 ribu dan operator. 

Topan menegaskan selama diberikan amanah menjadi Ketua Kormin Bojong, dirinya tidak pernah meminta atau menyarankan adanya jatah atau setor kepada masing-masing sekolah.

"Jujur sejak saya menjadi korwil, kepada siapapun saya tidak pernah menyarankan yang berkaitan dengan pungli di sekolah. Karena kita tugas harus memberikan pelayanan yang baik, bukan meminta imbalan," tegasnya dalam sambungan telepon, Selasa (10/2/2026). 

Topan juga membantah jika dirinya menerima uang setoran dari oknum operator SD Negeri 1 Banyumas tersebut, soal kaitannya mengurus perpindahan sekolah.

"Punten, jangankan saya dari orang yang bersangkutan. Dan belum pernah menerima setoran. Namun mungkin mereka mengatasnamakan saya saja," ujarnya. 

Atas peristiwa ini, Topan merasa dicemarkan nama baiknya oleh oknum operator SD Negeri 1 Banyumas tersebut. 

"Justru nama baik saya dicemarkan oleh orang yang bersangkutan. Dan jujur saya tidak instruksikan, duitnya gede enggak, saya dibawa-bawa," ucapnya. 

Ia menyebut oknum operator tersebut adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Iya dia ASN," katanya. 

Selain itu, dirinya juga menduga bahwa persoalan ini sering terjadi di lingkungan sekolah saat mengurus perpindahan siswa. 

"Saya sempat berpikir seperti itu, jangan-jangan ini semuanya seperti itu," katanya. 

 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved